Tottenham WSL Buka Dompet Lebar: Strategi Baru di Bawah Martin Ho
Baca dalam 60 detik
- Tottenham memecahkan rekor transfer klub dengan mendatangkan bek Prancis Alice Sombath dari Lyon, menambah daftar belanja besar musim panas ini.
- Manajer Martin Ho menargetkan posisi tiga besar WSL dan tiket ke Liga Champions Wanita, meski persaingan ketat dari klub-klub Macan.
- Investasi ini sejalan dengan perubahan strategi manajemen pasca-kepergian ketua Daniel Levy, dengan harapan membangun skuad kompetitif berkelanjutan.

Tottenham Hotspur menunjukkan ambisi besar di Women's Super League (WSL) musim depan dengan memecahkan rekor transfer klub mereka. Klub London utara itu mendatangkan bek timnas Prancis, Alice Sombath, dari Olympique Lyon, menjadikannya pembelian termahal dalam sejarah tim wanita Spurs.
Langkah ini menjadi bagian dari belanja besar-besaran yang dilakukan sejak Martin Ho mengambil alih kursi manajer pada Juli 2025. Tottenham juga telah menggelontorkan dana sekitar £375.000 untuk merekrut gelandang muda Norwegia, Signe Gaupset, pada Januari lalu. Selain itu, mereka mendatangkan penyerang Shekiera Martinez dan Kirsty Hanson, bek Caitlin Dijkstra, gelandang Victoria Pelova, serta kiper Selma Panengstuen.
Pada musim lalu, Spurs finis di posisi kelima—peningkatan signifikan setelah sempat terancam degradasi pada musim sebelumnya. Namun, target Ho jelas: bersaing dengan klub-klub papan atas dan merebut tiket ke Liga Champions Wanita. Hanya tiga tim teratas WSL yang lolos, dengan Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Manchester United mendominasi tempat tersebut.
Manajemen Tottenham sadar bahwa mereka tidak bisa tertinggal di tengah gencarnya belanja klub lain. London City Lionesses dan Brighton juga menggelontorkan dana besar untuk menembus posisi elite. "Investasi ini adalah katalis bagi kami," ujar seorang sumber di klub. "Kami harus terus bergerak agar tidak tertinggal dalam persaingan."
Nilai Strategis
- Rekor transfer klub: Alice Sombath dari Lyon (bek Prancis)
- Total belanja musim panas: enam pemain baru, termasuk Gaupset (£375k)
- Target utama: tiga besar WSL dan kualifikasi Liga Champions Wanita
- Rata-rata penonton musim lalu: 1.734 (termasuk laga di stadion utama)
Keberhasilan di bursa transfer tidak lepas dari perencanaan matang. Sejak Ho bergabung, klub menyusun rencana rekrutmen 12 bulan dan telah mengidentifikasi target dalam tiga jendela transfer. Direktur pelaksana Andy Rogers, yang telah 24 tahun di Spurs, memimpin proses ini sebelum ia mundur. "Kami sengaja menyelesaikan semua deal lebih awal agar Ho bisa bekerja dengan seluruh skuad sejak pramusim," jelas sumber tersebut.
Perubahan strategi ini juga didorong oleh perombakan manajemen pasca-kepergian ketua Daniel Levy pada September 2025. Vinai Venkatesham, yang sebelumnya sukses di Arsenal, bergabung sebagai CEO pada April 2025 dan diharapkan membawa pengalamannya mengembangkan tim wanita.
Bagi Indonesia, langkah Tottenham ini menjadi cerminan pentingnya investasi berkelanjutan dalam sepak bola wanita. Meski kompetisi di Tanah Air masih dalam tahap pengembangan, keberanian klub-klub Eropa seperti Spurs menunjukkan bahwa keseriusan finansial dan perencanaan jangka panjang mampu mendongkrak prestasi. Jika Indonesia ingin timnya bersaing di kancah Asia, belajar dari model Tottenham—membangun skuad dengan perpaduan bakat muda dan pemain berpengalaman—bisa menjadi langkah awal yang strategis.
Tantangan lain tetap ada: meningkatkan jumlah penonton. Rata-rata kehadiran hanya 1.734 orang per laga WSL musim lalu, meski beberapa pertandingan di Tottenham Hotspur Stadium menarik puluhan ribu penggemar. Membangun basis penggemar yang loyal menjadi pekerjaan rumah ke depannya.
Akankah investasi besar ini membawa Tottenham ke Liga Champions? Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya. Namun satu hal pasti: Spurs tidak ingin hanya menjadi pelengkap di WSL—mereka datang untuk bersaing.



