Rylan Clark: Perceraian Ajarkan Arti Hubungan yang Sebenarnya
Baca dalam 60 detik
- Rylan Clark mengaku perceraian dari Dan Neal pada 2021 memaksanya mengevaluasi ulang kriteria pasangan hidup.
- Setelah melewati fase krisis mental, ia kini menjalin hubungan dengan pemilik taman hiburan Kennedy Bates.
- Presenter BBC Radio 2 itu mengaku lebih selektif menerima tawaran kerja dan tidak lagi tertekan ekspektasi industri.

Perceraian memang meninggalkan luka, tetapi bagi Rylan Clark, perpisahan dari Dan Neal pada 2021 justru menjadi titik balik yang mengubah cara pandangnya terhadap cinta. Presenter BBC Radio 2 itu mengungkapkan bahwa pengalaman pahit tersebut memaksanya merumuskan ulang apa yang sebenarnya ia cari dari sebuah hubungan.
Dalam wawancara dengan majalah Heat, pria 38 tahun itu mengaku sempat kehilangan arah selama beberapa tahun setelah pernikahan enam tahunnya berakhir. Ia menyebut periode tersebut sebagai fase pencarian jati diri, di mana ia sempat menjalani hidup tanpa komitmen serius sebelum akhirnya bertemu Kennedy Bates, pemilik taman hiburan yang kini menjadi kekasihnya.
“Saat bercerai, Anda dipaksa bertanya: apa yang saya inginkan? Siapa saya sebenarnya? Seperti apa saya nanti dalam sebuah hubungan?” ujar Rylan, seperti dikutip Heat. Ia mengakui butuh waktu empat hingga lima tahun untuk benar-benar siap membuka hati lagi. “Saya sempat menjalani tahun pertama dengan sikap masa bodoh, berpindah dari satu orang ke orang lain,” tambahnya.
Bagi Rylan, hubungan yang sehat bukan soal romansa tanpa cela, melainkan soal kehadiran di saat paling rentan. Ia membayangkan sosok pasangan yang akan tetap setia mendampingi ketika ibunya kelak tiada. “Saya ingin bersama seseorang yang, semoga Tuhan menjauhkan, saat ibu saya sudah tidak ada, dia akan ada untuk saya,” tuturnya. Ia merasa telah menemukan titik itu pada Kennedy. “Apakah semuanya berjalan mulus? Tidak, karena ini hubungan. Tapi apakah saya ingin keadaan lain? Tidak.”
Kisah Rylan bukan sekadar drama selebritas. Ia termasuk figur publik yang terbuka soal kesehatan mental, terutama setelah ia menceritakan masa terendahnya dalam memoar Ten (2023). Ia mengaku sempat mengalami breakdown dan harus cuti beberapa bulan dari dunia hiburan. Namun, ia menilai masa sulit itu sebagai berkah tersembunyi. “Saya jauh lebih kuat dari yang saya kira. Saat itu memang buruk, tetapi sekarang saya bersyukur pernah melewatinya,” ujarnya.
Perubahan juga terlihat pada cara ia mengelola karier. Setelah menemukan popularitas lewat The X Factor pada 2012, Rylan sempat merasa tertekan untuk menerima berbagai tawaran demi menjaga eksistensi. Kini, ia justru lebih sering menolak. “Saya lebih suka mengatakan tidak daripada ya. Saya hanya akan menerima jika benar-benar ingin melakukannya, bukan karena merasa harus,” katanya. Ia bahkan menyindir budaya industri yang mendorong artis tampil di depan komisioner tertentu demi masa depan karier. “Itu tidak berarti apa-apa sekarang. Anda mau saya atau tidak. Saya lebih memilih libur sehari di rumah,” tegasnya.
Pernyataan Rylan mencerminkan pergeseran prioritas yang kerap dialami publik figur pasca-krisis personal: dari mengejar validasi eksternal menuju keseimbangan hidup. Meski demikian, ia tidak menutup pintu untuk proyek yang sesuai nilai dirinya. Ke depan, publik akan menantikan apakah sikap selektif ini memengaruhi pilihan acara yang ia bawakan, termasuk kelanjutan kariernya di BBC Radio 2 dan program Dating Naked UK. Yang jelas, bagi Rylan, kebahagiaan kini bukan tentang seberapa banyak tawaran yang diambil, melainkan seberapa jujur ia pada diri sendiri.



