Hope & Sesame Kukuh di Puncak Asia's 50 Best Bars 2026, Jakarta Torehkan Empat Nama
Baca dalam 60 detik
- Guangzhou mencatat sejarah lewat Hope & Sesame yang menjadi bar China pertama peringkat satu Asia.
- Jigger & Pony dari Singapura turun ke posisi sembilan, sementara Jakarta mengirimkan empat bar masuk daftar utama.
- Bangkok mendominasi dengan delapan bar, dan Hats Bar dari Jakarta menyabet penghargaan 'One to Watch'.

Hope & Sesame, bar tersembunyi di kawasan bersejarah Dongshankou, Guangzhou, secara resmi dinobatkan sebagai bar terbaik di Asia versi Asia's 50 Best Bars 2026. Prestasi ini sekaligus menjadikannya bar pertama dari China yang berhasil menduduki posisi teratas dalam ajang bergengsi yang digelar oleh William Reed ini.
Pengumuman yang berlangsung di Bangkok tersebut menempatkan Seoul's Zest sebagai runner-up pertama, sementara juara bertahan tahun lalu, Bar Leone dari Hong Kong, terpaksa puas di peringkat ketiga. Posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh Dry Wave Cocktail Studio dari Bangkok dan MO Bar di Mandarin Oriental, Shenzhen. Secara total, daftar tahun ini menampilkan 14 entri baru dan dua entri kembali dari 22 kota di Asia.
Singapura mencatat hasil beragam. Bar andalan mereka, Jigger & Pony, merosot enam peringkat ke posisi 9. Namun, tiga bar lainnya tetap bertahan: Nutmeg & Clove di peringkat 12, Offtrack di 16, dan Origin Bar milik Shangri-La Hotel yang kembali masuk di peringkat 43. Uno Jang, direktur kreatif grup Jigger & Pony, menuturkan bahwa pihaknya bersyukur masih bisa bertahan selama 11 tahun dan berkomitmen terus mendorong batas kreativitas. Andrew Ho, pendiri Hope & Sesame, dengan emosional menceritakan perjalanan 10 tahun tanpa dukungan investor, meracik minuman yang sempat buruk hingga akhirnya menuai pengakuan.
China daratan mencatat pencapaian terbaik dengan tujuh bar di 50 besar, termasuk Obsidian Bar (Shenzhen) di peringkat 10 dan tiga pendatang baru: Pony Up (Shanghai, 19), Ralph's Bar (Chengdu, 28), dan Tiao (Beijing, 50). Sementara itu, Bangkok menjadi kota paling sukses dengan delapan bar di daftar utama dan sejumlah penghargaan khusus. Bar Us (peringkat 6) menerima Ketel One Sustainable Bar Award, sedangkan Lennon's di hotel Rosewood meraih Disaronno Highest New Entry Award di peringkat 7.
Jakarta juga menorehkan prestasi membanggakan dengan mengirimkan empat bar ke dalam daftar 50 besar, meski detail nama belum diumumkan secara terpisah. Namun, Hats Bar (peringkat 77) berhasil memenangkan The Campari One To Watch Award, sebuah penghargaan yang diberikan kepada bar yang dinilai paling berpotensi menembus jajaran 50 besar di masa depan. Penghargaan lain yang relevan bagi kawasan ini adalah Indra Kantono, salah satu pendiri Jigger & Pony, yang dinobatkan sebagai Roku Industry Icon 2024, menunjukkan bahwa jejak profesional Indonesia di kancah bar Asia juga diakui.
"Jakarta kini menjadi salah satu kota dengan perwakilan terbanyak setelah Bangkok, Hong Kong, dan China daratan. Ini menandakan bahwa industri bar di Indonesia semakin matang dan diakui oleh para pakar global," ujar seorang pengamat industri perhotelan yang enggan disebut namanya.
Ke depan, persaingan di industri bar Asia diprediksi semakin ketat seiring dengan bermunculannya konsep-konsep kreatif dari kota-kota seperti Jakarta, Hanoi, dan Sri Lanka. Dengan adanya pengakuan terhadap Hats Bar sebagai 'One to Watch', apakah akan lahir lebih banyak bar Indonesia yang mampu bersaing di level atas Asia dalam beberapa tahun mendatang?



