Salah Identitas, Nathan Fillion Selamat dari Tilang Berkat Gagal Paham Polisi dengan Jason Bateman
Baca dalam 60 detik
- Polisi yang menghentikan Nathan Fillion justru mengira dirinya adalah aktor Jason Bateman, hingga meminta tanda tangan untuk sang istri.
- Tanpa membantah, Nathan Fillion menandatangani autograf tersebut dengan nama 'Jason Bateman' demi menghindari denda tilang.
- Rekan main 'The Rookie' lainnya juga berbagi pengalaman serupa, meski ada yang tetap harus membayar denda meski dikenali sebagai artis.

Aktor Nathan Fillion berhasil lolos dari tilang setelah polisi yang memberhentikannya justru salah mengidentifikasi dirinya sebagai aktor lain, Jason Bateman. Insiden konyol ini diungkapkan Fillion dalam sesi tanya jawab di San Diego Comic Con, California, Senin (27/7) waktu setempat.
Menurut Fillion, petugas yang menghentikan mobilnya sempat melihat kartu identitas dan mengenalinya sebagai seorang artis. Polisi itu kemudian menawarkan kesepakatan: jika Fillion bersedia memberikan tanda tangan untuk sang istri, ia akan dibebaskan dengan peringatan. Tanpa curiga, Fillion setuju dan mulai menuliskan pesan untuk istri polisi yang bernama Lily.
Namun, saat petugas itu menelepon istrinya, Fillion mendengar dengan jelas kalimat, "Sayang, aku minta tanda tangan Jason Bateman untukmu." Sadar telah terjadi kesalahan identitas, Fillion tetap melanjutkan tulisannya dan mengakhiri dengan, "Dengan penuh cinta, Jason Bateman." Ia memilih tidak membantah karena toh keuntungannya ada di pihaknya: bebas dari tilang.
Cerita serupa juga dibagikan oleh Deric Augustine, rekan Fillion di The Rookie. Ia mengaku pernah diberhentikan karena kaca film kendaraannya terlalu gelap. Beruntung, petugas mengenalinya sebagai pemain serial tersebut dan melepaskannya tanpa tilang. Namun, tidak demikian dengan Lisseth Chavez, aktris lain dalam The Rookie. Tetap kena tilang meskipun mobilnya dihentikan di Pacific Coast Highway, California.
Kejadian ini menjadi ironi tersendiri mengingat Jason Bateman sendiri pernah mengalami masalah hukum di Monaco. Dalam podcast SmartLess, Bateman mengaku ditangkap karena mabuk dan berbuat onar dengan mengenakan setelan macan tutul. Bedanya, ia tidak bisa lolos lewat kesalahan identitas.
Fenomena kesalahan identitas antar selebritas seperti ini sebenarnya tidak asing di Hollywood. Namun, kasus Fillion menunjukkan bagaimana popularitas dan kebetulan bisa mengubah nasib di jalan raya. Di Indonesia, adegan serupa mungkin jarang terjadi, tetapi cerita ini bisa menjadi pengingat bahwa faktor kebetulan dan pengakuan publik kerap memengaruhi interaksi dengan penegak hukum.
Ke depannya, apakah para artis akan semakin diuntungkan ketika berhadapan dengan polisi, atau justru sebaliknya? Yang jelas, Fillion boleh bernapas lega karena tanda tangannya—meski atas nama orang lain—berhasil menyelamatkannya dari denda.



