Linkin Park, The Smashing Pumpkins, dan Ramones Raih Bintang di Hollywood Walk of Fame 2027
Baca dalam 60 detik
- Hollywood Walk of Fame mengumumkan jajaran penerima bintang 2027, mencakup tiga ikon musik alternatif: Linkin Park, The Smashing Pumpkins, dan Ramones.
- Penghargaan ini menjadi tonggak baru bagi Linkin Park yang kini digawangi vokalis Emily Armstrong, setelah kematian Chester Bennington pada 2017.
- Selain musisi, deretan selebritas televisi dan film seperti Pedro Pascal, Lisa Kudrow, dan Idris Elba juga masuk dalam daftar kehormatan tahun depan.

Tiga grup musik alternatif legendaris—Linkin Park, The Smashing Pumpkins, dan Ramones—dipastikan menerima bintang di Hollywood Walk of Fame pada 2027, mengukuhkan jejak mereka dalam industri hiburan global. Pengumuman ini dirilis oleh Walk of Fame Selection Committee, yang menempatkan ketiga band tersebut sebagai kepala kategori rekaman, bergabung dengan nama-nama besar seperti David Guetta, Lil Wayne, dan Sia.
Ketua Seleksi Peter Roth menyebut kelas 2027 sebagai kumpulan individu luar biasa yang karyanya telah membentuk budaya populer dunia. "Kami merasa terhormat mengakui kontribusi mereka dan menantikan perayaan saat mereka mengambil tempat dalam sejarah Hollywood," ujarnya. Selain kategori musik, Walk of Fame juga menganugerahkan bintang bagi tokoh televisi seperti Pedro Pascal, Lisa Kudrow, dan Adam Scott, serta bintang film seperti Elle dan Dakota Fanning, Kate Hudson, dan Idris Elba.
Bagi Linkin Park, penghargaan ini memiliki makna khusus. Band yang kini dipimpin vokalis Emily Armstrong baru saja mencatat sejarah sebagai grup berfront perempuan pertama yang menjadi kepala festival Download. Sejak kematian Chester Bennington pada 2017, band ini memilih untuk tidak sekadar menggantinya, melainkan melanjutkan perjalanan dengan semangat baru. Mike Shinoda, personel inti, pernah menegaskan, "Ini bukan tentang menghapus masa lalu, melainkan memulai babak baru ke masa depan." Emily sendiri mengakui pengaruh besar Bennington terhadap dirinya, menyebut perpaduan energi dan empati sang vokalis sebagai fondasi musiknya.
Di Indonesia, popularitas Linkin Park tetap tinggi. Album mereka seperti Hybrid Theory dan Meteora menjadi bagian dari kanopi musik anak muda era 2000-an, sementara tur dunia mereka selalu dinanti. Penghargaan ini diprediksi akan memicu kembali diskusi tentang warisan musik alternatif di tanah air, terutama di kalangan penggemar yang tumbuh dengan lagu-lagu seperti "In the End" dan "Numb." Tak hanya Linkin Park, The Smashing Pumpkins dan Ramones juga memiliki basis penggemar setia di Indonesia, meski dalam skala yang lebih terbatas.
Ke depan, penganugerahan bintang ini tidak hanya menjadi pengakuan atas pencapaian masa lalu, tetapi juga pertanda bahwa musik alternatif masih memiliki tempat di arus utama. Dengan hadirnya nama-nama baru seperti Karol G dan David Guetta, komite Walk of Fame tampaknya berusaha menyeimbangkan antara ikon klasik dan kontemporer. Pertanyaan besarnya: apakah ini akan membuka jalan bagi lebih banyak musisi alternatif dari Asia, termasuk Indonesia, untuk mendapat pengakuan serupa?



