Kendra Wilkinson Merasa 'Tak Lagi Sepi' Setelah Buka Suara Soal Sulitnya Berkarir di Properti
Baca dalam 60 detik
- Kendra Wilkinson mendapat gelombang dukungan setelah mengungkap perjuangan di bisnis properti, membuatnya merasa tidak lagi sendiri.
- Rasa sepi berangsur reda setelah banyak pengikut berbagi kisah serupa, menunjukkan kekuatan solidaritas virtual di era media sosial.
- Ke depan, Kendra bertekad terus belajar dan tidak menyerah meski tekanan publik serta masa lalu masih membayangi.

Artis dan mantan model Playboy Kendra Wilkinson mengaku kembali merasakan kehangatan dukungan setelah curahan hatinya mengenai kesulitan merintis karier sebagai agen properti mendapat respons luar biasa dari warganet.
Wanita 41 tahun yang namanya melejit sebagai salah satu kekasih mendiang Hugh Hefner ini sebelumnya mengaku dipecat oleh klien dan kerap diterpa sikap kasar orang lain. Ia pun tak kuasa menahan air mata saat membagikan perasaannya di Instagram. Namun, di tengah keterpurukan, ribuan pesan masuk memberinya energi baru. "Saya membaca begitu banyak pesan dari pria dan wanita yang relate dengan video saya. Saya merasa tidak lagi sendirian," tulisnya di Instagram Stories, Jumat lalu.
Kendra juga menyebut bahwa dukungan tersebut membuatnya kembali bersemangat. "Terasa seperti hari baru. Bersih-bersih, donasi, musik on. Terima kasih lagi. Saya lihat semua pesan kalian!" ungkapnya. Sebelumnya, ia sempat mengunggah video sambil menangis, mengaku kewalahan setelah dipecat klien. "Saya tahu kita hidup di dunia yang penuh perjuangan. Tapi ini sulit. Saya merasa sudah melakukan segalanya dengan benarโmembesarkan anak, mendahulukan mereka. Tapi kenapa masih begini?" ujarnya.
Kisah Kendra mengingatkan pada para selebritas Tanah Air yang juga kerap menghadapi tekanan serupa saat beralih profesi. Di Indonesia, misalnya, banyak publik figur yang mencoba peruntungan di bisnis properti atau bidang lain, dan seringkali harus berhadapan dengan skeptisisme publik. Dukungan warganet, seperti yang dialami Kendra, menjadi penopang moral yang tak ternilai. Fenomena ini juga menyoroti betapa kerasnya tekanan yang dirasakan seorang figur publik ketika harus membangun karier baru di bawah sorotan.
Di tengah tekanan, Kendra tetap optimis. "Saya sendiri saat ini tanpa mitra, dan itu terasa keren. Saya merasa belajar lebih banyak dari sebelumnya," katanya. Ia juga mendapat panggilan dari mantan penjual yang mengatakan, "Jika ada orang yang bisa menjual rumah saya, itu adalah Anda." Momen itu membuatnya hampir menangis.
Pertanyaan besarnya, bisakah Kendra mempertahankan semangat ini di tengah kerasnya industri properti? Atau akankah tekanan kembali menghantuinya? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: solidaritas warganet telah memberinya napas baru untuk melanjutkan perjuangan.



