Miley Cyrus Ingin Kembali ke Layar Lebar: Juliet Punk ala Shakespeare Menanti
Baca dalam 60 detik
- Miley Cyrus mengungkap keinginan bermain dalam film adaptasi tragedi Shakespeare dengan sentuhan punk-rock.
- Penyanyi berusia 33 tahun itu baru saja menandatangani kontrak baru dengan Atlantic Records setelah meninggalkan Columbia Records.
- Kembalinya ia ke akting menandai diversifikasi karier setelah bertahun-tahun fokus pada musik, dengan album terbaru 'Something Beautiful' dirilis pada 30 Mei 2025.

Penyanyi dan aktris Miley Cyrus tengah merancang comeback ke dunia akting—kali ini dengan ambisi membintangi film bergaya tragedi Shakespeare. Dalam wawancara terbaru, ia menyatakan keinginannya untuk menghidupkan karakter Juliet versi punk-rock yang keras namun romantis.
Berbincang dengan aktris Daryl Hannah untuk majalah Wonderland, Miley mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama ingin kembali ke layar lebar. “Kekerasan ada di mana-mana, dan ada keindahan dalam kegelapan, tapi aku ingin tenggelam dalam sesuatu yang sangat romantis,” katanya. Ia membayangkan sebuah tragedi Shakespeare yang “panas” dengan sentuhan modern. “Cinta yang kita impikan, tapi dengan taruhan nyata. Juliet punk-rock—sesuatu yang garang dan memilukan,” ujarnya.
Langkah ini muncul di tengah kesibukan Miley di industri musik. Setelah hengkang dari Columbia Records milik Sony Music, ia baru saja menandatangani kontrak dengan Atlantic Records. Label yang menaungi Coldplay, Ed Sheeran, dan Bruno Mars itu menyambutnya melalui unggahan di Instagram: “Welcome to the family @mileycyrus.” Kepindahan ini menandai babak baru setelah ia merilis dua album melalui Columbia, yaitu Endless Summer Vacation dan Something Beautiful yang dirilis pada 30 Mei 2025.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini menjadi angin segar. Miley Cyrus masih memiliki basis penggemar kuat di Tanah Air, sebagaimana terbukti dari antusiasme terhadap tur dan rilisan musiknya. Kembalinya ia ke layar lebar bisa membuka peluang bagi distributor lokal untuk menghadirkan filmnya di bioskop, sekaligus memperkuat tren adaptasi Shakespeare yang sesekali muncul di Indonesia, seperti film Romeo & Juliet versi modern.
Dalam wawancara yang sama, Miley juga mengisyaratkan bahwa album berikutnya akan sangat eksperimental. “Something Beautiful hanyalah pembuka,” ujarnya dalam sebuah acara di Hotel Chateau Marmont, Hollywood, seperti dilaporkan Rolling Stone. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak berencana meninggalkan musik, melainkan ingin menyeimbangkan kedua karier sekaligus mendorong batas kreativitasnya.
Dengan ambisi akting yang segar dan eksperimen musik yang berani, pertanyaan besarnya adalah sejauh mana Miley Cyrus akan mendefinisikan ulang citranya? Apakah Juliet punk-rock akan menjadi peran yang membawanya kembali ke puncak popularitas di layar lebar, atau justru tetap setia pada jalur musik yang telah membesarkan namanya?



