Newcastle Incar Fikayo Tomori: Repetisi Sukses ala Sandro Tonali
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United kehilangan gelandang Sandro Tonali yang hengkang ke Tottenham Hotspur dengan nilai transfer £100 juta.
- Klub asal Inggris itu dikabarkan telah mengajukan tawaran untuk bek tengah AC Milan, Fikayo Tomori, yang dibanderol sekitar £17 juta.
- Tomori dinilai mampu menjadi fondasi pertahanan anyar Newcastle berkat statistik impresif di Serie A, termasuk tingkat tekel dan akurasi umpan tinggi.

Newcastle United membidik Fikayo Tomori sebagai kandidat utama untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Sandro Tonali, setelah gelandang asal Italia itu resmi pindah ke Tottenham Hotspur dengan mahar £100 juta.
Kepergian Tonali menjadi pukulan telak bagi The Magpies yang musim lalu nyaris kehilangan sejumlah pemain kunci. Gelandang berusia 26 tahun itu menjadi motor permainan Newcastle, mencatatkan jumlah peluang tercipta kedua terbanyak, dribel tersukses, serta kontribusi defensif tertinggi kedua di tim. Tanpa kehadirannya, Newcastle harus segera mencari sosok pengganti yang setara.
Manajemen Newcastle sebenarnya sudah bergerak cepat dengan mendatangkan dua gelandang muda, Aladji Bamba (Monaco) dan Sean Steur (Ajax), dengan total biaya £60 juta. Namun, manajer Eddie Howe diyakini masih membutuhkan amunisi tambahan, terutama di lini belakang, untuk membangun tim yang solid menatap musim 2026/27.
Nama Fikayo Tomori pun muncul sebagai target utama. Jurnalis Sebastien Vidal melaporkan bahwa Newcastle telah mengirimkan tawaran resmi untuk bek tengah AC Milan itu. Manajemen Il Rossoneri disebut terbuka melepas mantan pemain Chelsea tersebut dengan banderol minimal €20 juta atau setara £17 juta.
Tomori bukanlah nama baru di radar Newcastle. Klub sudah lama memantau perkembangannya sejak masih berseragam Chelsea. Kini, dengan harga yang relatif murah di tengah inflasi pasar transfer, ia dinilai sebagai pembelian potensial yang bisa mengulang kesuksesan seperti saat merekrut Tonali dari Milan pada 2023.
Peran Tomori sebagai bek tengah mungkin berbeda dengan Tonali yang beroperasi di lini tengah. Namun, kualitasnya dalam bertahan dan membangun serangan dari belakang sangat cocok dengan filosofi Eddie Howe yang gemar membangun permainan dari bawah. Kemampuan distribusi bolanya yang akurat (91% umpan sukses) menjadi nilai tambah yang membuatnya dijuluki “exceptional” oleh jurnalis Henry Winter.
Jika transfer ini terealisasi, Newcastle tidak hanya mendapatkan pemain berpengalaman di Premier League, tetapi juga fondasi lini belakang yang tangguh untuk membawa tim kembali ke papan atas. Pertanyaan besarnya: mampukah Tomori mengulang jejak Tonali sebagai ikon baru di St James’ Park?



