Como Kembali Tingkatkan Tawaran untuk Chalobah, Chelsea Bertahan di Angka €35 Juta
Baca dalam 60 detik
- Klub Serie A Como, yang dimiliki konglomerat Indonesia, kembali meningkatkan tawaran untuk bek Chelsea Trevoh Chalobah setelah Inter mundur.
- Chelsea mematok harga €35 juta dengan komponen tetap €30 juta plus bonus, sementara tawaran terakhir Como senilai €30–31 juta belum memenuhi target.
- Negosiasi diperkirakan rampung dalam 24 jam ke depan; Chalobah, yang pernah membela Inggris di Piala Dunia 2026, bisa menjadi rekrutan termahal Como.

Como 1907, klub Serie A yang berada di bawah naungan konglomerat Indonesia, kembali mengajukan proposal baru untuk merekrut bek Chelsea, Trevoh Chalobah. Langkah ini diambil setelah Inter Milan memutuskan mundur dari perburuan, meninggalkan Como sebagai satu-satunya kandidat serius untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 27 tahun tersebut dalam waktu dekat.
Menurut laporan Sportitalia dan Sky Sport Italia, tawaran yang baru diajukan Como mencapai €25 juta di muka ditambah bonus hingga €6 juta. Namun, Chelsea langsung menolak angka tersebut. Klub asal London itu bersikukuh dengan permintaan €30 juta sebagai biaya tetap dan €5 juta sebagai tambahan berbasis penampilan, total €35 juta. Perbedaan sekitar €4–5 juta ini menjadi batu sandungan terakhir yang tengah dijembatani melalui serangkaian konferensi telepon pada malam dan pagi hari ini.
Data Kunci Negosiasi Como – Chelsea
- Tawaran terakhir Como: €25 juta + €6 juta bonus (total €31 juta).
- Permintaan Chelsea: €30 juta fixed + €5 juta bonus (total €35 juta).
- Target penyelesaian: dalam 24 jam ke depan.
- Kontrak Chalobah di Chelsea berlaku hingga Juni 2028, dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Ketertarikan Como pada Chalobah bukan tanpa alasan. Bek kelahiran Sierra Leone ini mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan, fleksibilitas yang diincar pelatih Cesc Fàbregas. Selain itu, pengalaman Chalobah di panggung internasional turut menambah daya jualnya. Ia menjadi bagian dari skuad Inggris yang merebut posisi ketiga pada Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang jarang dimiliki pemain di skuad Como saat ini.
Bagi Chelsea, penjualan Chalobah akan membantu menyeimbangkan buku keuangan setelah belanja besar di bursa transfer. Meski Chalobah sempat dipinjamkan ke Crystal Palace musim lalu, ia menunjukkan performa solid dan masih memiliki nilai jual tinggi. Namun, Chelsea tampaknya tidak terburu-buru menurunkan harga, mengingat kontrak pemain masih panjang.
Konteks Indonesia
Como bukan sekadar klub Italia biasa. Klub ini dimiliki oleh SENT Entertainment, bagian dari grup usaha milik keluarga Hartono—salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. Keberhasilan Como merekrut pemain sekaliber Chalobah akan menjadi sinyal ambisi klub untuk bersaing di papan atas Serie A. Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah ini juga membuka peluang lebih besar bagi pemain Tanah Air untuk merambah Eropa melalui jejaring yang dimiliki Como. Sejauh ini, Como belum memiliki pemain Indonesia di skuad utamanya, namun kedekatan pemilik dengan industri sepak bola nasional membuat spekulasi itu terus mengemuka.
Dengan tenggat waktu yang ketat, Como diprediksi akan menaikkan komponen tetap dalam tawaran berikutnya. Jika berhasil, Chalobah akan menjadi rekrutan termahal dalam sejarah klub yang promosi ke Serie A pada musim lalu. Pertanyaannya, sejauh mana keluarga Hartono bersedia mengeluarkan dana untuk membawa Como bersinar di kancah sepak bola Italia?



