Karim Adeyemi Resmi ke Barcelona: Reuni dengan Hansi Flick di Camp Nou
Baca dalam 60 detik
- Penyerang sayap Jerman berusia 24 tahun itu menandatangani kontrak lima tahun dengan Barcelona setelah meninggalkan Borussia Dortmund dengan status bebas transfer.
- Adeyemi, yang sempat menanjak di Red Bull Salzburg, hanya mencetak 36 gol dalam 146 penampilan untuk Dortmund, namun potensinya diyakini bisa melejit di bawah asuhan Hansi Flick.
- Kepergian Adeyemi menandai perombakan skuad Dortmund yang mulai melepas pemain kunci, sementara Barcelona menambah amunisi muda di lini depan.

Karim Adeyemi resmi berseragam Barcelona. Penyerang timnas Jerman itu meninggalkan Borussia Dortmund setelah empat musim dan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan raksasa La Liga. Langkah ini mempertemukannya kembali dengan Hansi Flick, pelatih yang memberinya debut internasional pada 2021.
Adeyemi, yang lahir di Munich, memulai karier junior di Bayern München dan Unterhaching sebelum pindah ke Austria pada usia 16 tahun. Di Red Bull Salzburg, ia mencetak 33 gol dan 24 assist dalam 94 pertandingan, yang membuat Dortmund merekrutnya pada Mei 2022. Namun, performanya di Signal Iduna Park tidak secemerlang yang diharapkan: dari 146 laga di semua kompetisi, ia hanya mengoleksi 36 gol dan 24 assist. Meski begitu, kecepatan dan kelincahannya tetap dianggap sebagai aset berharga.
Kepindahan ini terjadi setelah Adeyemi menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Barcelona. CEO Dortmund, Lars Ricken, mengakui bahwa kedua pihak sepakat untuk berpisah demi masa depan yang berbeda. “Karim adalah bagian penting dari Borussia Dortmund selama empat tahun terakhir. Namun, musim panas ini kami mencapai kesepakatan bahwa baik kami maupun Karim melihat masa depan yang berbeda,” ujar Ricken. Ia menambahkan bahwa setelah mempertimbangkan semua kepentingan klub, Dortmund mengabulkan permintaan sang pemain.
Bagi Barcelona, kedatangan Adeyemi menambah opsi di lini sayap yang sudah dihuni pemain seperti Raphinha dan Lamine Yamal. Flick, yang pernah menangani Bayern München dan timnas Jerman, dipercaya bisa mengoptimalkan potensi pemain berusia 24 tahun itu. Adeyemi sendiri mengucapkan terima kasih kepada Dortmund dan para penggemar, serta mendoakan yang terbaik untuk mantan klubnya.
Di sisi lain, keputusan Dortmund melepas Adeyemi tanpa biaya transfer menimbulkan tanda tanya. Klub Bundesliga itu sebenarnya masih memiliki satu tahun sisa kontrak, namun memilih untuk tidak memperpanjang atau menjualnya lebih awal. Langkah ini bisa menjadi bagian dari strategi peremajaan skuad atau penyesuaian anggaran. Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan pemain muda Jerman ke klub sebesar Barcelona selalu menarik untuk diikuti, terutama karena gaya bermain cepat dan langsung yang kerap menjadi ciri khas Bundesliga.
Ke depan, Adeyemi akan bersaing memperebutkan tempat utama di lini depan Barcelona yang tengah dalam masa transisi. Pertanyaan besarnya: mampukah ia membuktikan diri sebagai pengganti yang layak bagi pemain bintang seperti Ousmane Dembélé atau Ansu Fati? Ataukah ia hanya akan menjadi pelapis di Camp Nou? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa bulan ke depan.



