Malagò Ungkap Rencana Enam Tahun Sepak Bola Italia Menuju Euro 2032
Baca dalam 60 detik
- Presiden FIGC Giovanni Malagò bersama Paolo Maldini dan Leonardo memaparkan strategi jangka panjang untuk membangkitkan sepak bola Italia, dengan target utama sukses di Euro 2032 yang akan digelar bersama Turki.
- Rencana tersebut mencakup pembenahan menyeluruh dari tim nasional hingga sistem akademi, menyusul kegagalan Italia lolos ke tiga Piala Dunia terakhir.
- Pep Guardiola masih menjadi kandidat kuat pelatih baru Italia, dengan negosiasi yang terus berlangsung meski ada keraguan terkait kedalaman proyek yang ditawarkan.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malagò, secara resmi meluncurkan cetak biru transformasi sepak bola Negeri Pizza yang dirancang untuk enam tahun ke depan, dengan puncaknya pada perhelatan Euro 2032 yang akan menjadi tuan rumah bersama Turki. Langkah ini diambil di tengah tekanan besar untuk mengembalikan kejayaan Italia yang telah lama redup di pentas internasional.
Dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan perwakilan klub-klub Serie A, Malagò yang didampingi direktur teknis Paolo Maldini dan penasihat khusus Leonardo mengungkapkan bahwa prioritas utama bukan hanya mencari pelatih baru, melainkan membangun fondasi yang kokoh untuk regenerasi sepak bola Italia. “Kami memiliki rencana enam tahun, membangun menuju Kejuaraan Eropa yang akan kami selenggarakan bersama, di mana kami harus berusaha menutup kesenjangan yang terlihat jelas oleh semua orang,” ujar Malagò.
Kegagalan Italia lolos ke tiga edisi Piala Dunia berturut-turut—2018, 2022, dan 2026—menjadi tamparan keras yang memaksa federasi melakukan introspeksi total. Langkah pertama yang diambil Malagò adalah menciptakan posisi direktur teknis yang dipercayakan kepada legenda AC Milan, Paolo Maldini, dengan Leonardo sebagai penasihat khusus. Ini merupakan perubahan paradigma dari pendekatan sebelumnya yang lebih fokus pada pemilihan pelatih semata.
“Pendahulu saya di FIGC bertanggung jawab memilih pelatih baru Italia, tetapi saya lebih suka membalikkan masalah itu dan memilih seseorang yang dapat mengawasi tidak hanya tim nasional, tetapi seluruh sistem akademi,” tegas Malagò. Ia menekankan pentingnya berbagi visi secara total antara dirinya, Maldini, dan Leonardo agar tidak ada langkah yang bertentangan.
Salah satu isu paling hangat adalah negosiasi dengan Pep Guardiola yang telah berlangsung intensif selama hampir seminggu. Pelatih asal Spanyol itu dikabarkan sedang mempertimbangkan serius tawaran untuk menangani Italia setelah satu dekade bersama Manchester City. Menurut laporan Sky Sport Italia, keraguan Guardiola bukan terletak pada besaran gaji yang bisa mencapai €20 juta per tahun, melainkan pada kedalaman dan kekuatan proyek yang ditawarkan FIGC untuk merevolusi sepak bola Italia.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya perencanaan jangka panjang dalam pembinaan sepak bola. PSSI yang tengah berupaya membenahi tim nasional dan kompetisi domestik dapat mencontoh langkah FIGC yang tidak sekadar mengejar hasil instan, tetapi membangun struktur organisasi yang solid dengan melibatkan legenda sepak bola sebagai pengawas teknis. Kehadiran figur seperti Maldini dan Leonardo diharapkan mampu menjembatani antara kebutuhan tim senior dengan pengembangan pemain muda.
Malagò juga mengingatkan bahwa tantangan terdekat adalah tenggat waktu 31 Juli untuk menyerahkan dossier stadion yang akan digunakan pada Euro 2032. Ini menjadi ujian nyata bagi keseriusan Italia dalam menyelenggarakan turnamen besar setelah sekian lama. Dengan rencana enam tahun yang telah dipaparkan, publik Italia berharap era kegagalan di pentas dunia segera berakhir dan timnas kembali berjaya.
Pertanyaan yang kini menggantung: mampukah Guardiola menolak godaan proyek ambisius ini, atau justru Italia harus mencari alternatif lain? Keputusan dalam waktu dekat akan menentukan arah sepak bola Italia untuk satu dekade ke depan.



