Duka Mendalam di Balik Ring: Anthony Joshua Berjibaku Lawan Trauma dan Prenga
Baca dalam 60 detik
- Anthony Joshua akan bertarung melawan Kristian Prenga pada Sabtu ini, pertama kalinya sejak dua sahabat dan anggota timnya tewas dalam kecelakaan di Nigeria.
- Petinju 36 tahun itu mengaku belum siap merasakan kehilangan secara mendalam dan memilih fokus pada pertarungan sebagai mekanisme koping.
- Kemenangan atas Prenga membuka jalan menuju duel akbar melawan Tyson Fury yang direncanakan akhir tahun ini.

Anthony Joshua, mantan juara dunia kelas berat dua kali, akan kembali naik ring pada Sabtu ini untuk pertama kalinya sejak dua sahabat dan anggota timnya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di Nigeria, sebuah tragedi yang belum sanggup ia hadapi sepenuhnya.
Sina Ghami, pelatih rehabilitasi olahraga yang telah mendampingi Joshua selama lebih dari satu dekade, dan Latif "Latz" Ayodele, pelatih pribadi sekaligus sahabat lama, tewas pada 29 Desember 2026 ketika kendaraan yang mereka tumpangi bersama Joshua dan seorang penumpang lain menabrak truk yang berhenti di jalan utama dekat Lagos. Joshua mengalami luka ringan dalam insiden tersebut. Hanya sepuluh hari sebelumnya, ia baru saja mengalahkan petinju asal Amerika Serikat yang juga mantan YouTuber, Jake Paul, melalui knockout.
“Ini berat, setiap kali saya memikirkannya, rasanya sakit,” ujar Joshua kepada BBC Sport. “Bahkan saat membicarakannya sekarang… foto-foto… sakit. Tapi saya menjaga pikiran tetap sibuk. Jika saya berhenti, saya akan membiarkan semua itu meresap, dan saya belum siap untuk itu.”
Pertarungan melawan Kristian Prenga, petinju asal Albania, menjadi ujian pertama Joshua sejak kekalahan knockout dari juara dunia IBF Daniel Dubois di Stadion Wembley pada September 2024. Joshua mengakui ada rasa gugup menjelang laga ini. “Ini kompetisi level tertinggi. Saya ingin tampil baik untuk tim saya, membuat mereka bangga, dan membuat diri saya bangga. Ada keseimbangan antara gugup dan pemahaman akan tugas saya,” katanya.
Di luar aspek personal, laga ini memiliki bobot besar bagi karier Joshua. Duel yang telah lama dinanti melawan sesama petinju Inggris, Tyson Fury, diyakini akan terwujud akhir tahun ini—asalkan keduanya memenangi pertarungan masing-masing. Fury sendiri akan bertarung melawan Mariusz Wach dari Polandia di Pattaya, Thailand, pada Jumat malam, sehari sebelum Joshua bertanding. Jarak waktu tersebut memungkinkan Fury untuk menyaksikan langsung laga Joshua di Jeddah.
Joshua sebelumnya menolak ajakan Fury untuk beradu wajah di ring setelah Fury mengalahkan Arslanbek Makhmudov pada April lalu. Namun, peraih medali emas Olimpiade itu kini mengisyaratkan bahwa momen tersebut mungkin tidak akan tertunda lama. “Saya tidak meremehkan Prenga. Pertarungan ini besar bagi saya. Insya Allah semuanya berjalan lancar. Jika bukan Sabtu malam, mungkin dalam empat hingga enam minggu ke depan kita akan beradu wajah,” ujarnya.
Bagi Joshua, laga ini bukan sekadar ajang pembuktian. “Ini adalah kesempatan besar untuk meninggalkan jejak di olahraga ini. Jika saya menang Sabtu ini dan bisa menang lagi akhir tahun, itu luar biasa. Bintang-bintang telah selaras, dan saya harus memastikan saya berada di jalur yang benar. Ini akan menantang, tapi saya bisa menjadi pengecut atau pahlawan—saya harus memutuskan ingin menjadi apa,” tegasnya.
Bagi penggemar tinju Indonesia, pertarungan Joshua vs Prenga dapat disaksikan secara langsung melalui layanan streaming berbayar. Pertanyaan besarnya kini: akankah Joshua mampu mengatasi trauma pribadi dan tekanan pertarungan untuk melangkah menuju duel pamungkas melawan Fury?



