William Shatner dan Putri Sembuhkan Kanker Stadium 4 Bersama, Lahirkan Podcast Baru
Baca dalam 60 detik
- Aktor legendaris Star Trek, William Shatner (95), dan putrinya Melanie Shatner Gretsch (61) sama-sama didiagnosis kanker stadium 4 dalam kurun waktu setahun, namun kini dinyatakan sembuh.
- Melanie menjalani kemoterapi, mastektomi ganda, dan radiasi untuk kanker payudara, sementara William menjalani operasi dan imunoterapi untuk melanoma yang menyebar ke paru-paru dan otak.
- Pengalaman mereka melahirkan podcast 'No Time but Now' yang membahas ketahanan hidup, dan kisah ini menginspirasi banyak orang, termasuk di Indonesia, untuk tidak menyerah menghadapi penyakit berat.

William Shatner, ikon Star Trek yang kini berusia 95 tahun, dan putrinya Melanie Shatner Gretsch (61) mengungkapkan bahwa mereka berjuang melawan kanker stadium 4 secara diam-diam dalam waktu yang hampir bersamaan. Kini, setelah keduanya dinyatakan bebas kanker, mereka meluncurkan podcast bersama bertajuk No Time but Now yang berfokus pada kesehatan, ketahanan, dan kisah bertahan hidup.
Melanie didiagnosis menderita kanker payudara stadium 4 pada tahun 2022 setelah menemukan benjolan. Ia menjalani berbagai rangkaian kemoterapi, terapi HER2, mastektomi ganda, dan 30 kali radiasi selama 18 bulan. Sementara itu, setahun kemudian, William merasakan benjolan di pipinya yang ternyata adalah tumor melanoma ganas yang telah menyebar ke paru-paru dan otak. Ia pun menjalani operasi pengangkatan tumor dan dua tahun imunoterapi.
Dalam wawancara dengan majalah People, Melanie mengaku bahwa diagnosis tersebut sangat berat secara emosional. “Saya ingat berpikir, ‘Saya tidak punya kekuatan untuk merawat diri sendiri dan kehilangan ayah saya di saat yang sama’,” kenangnya. Namun, keduanya saling mendukung. William bahkan bersikeras menanggung seluruh biaya pengobatan Melanie agar putrinya tidak perlu khawatir soal finansial. “Kirim saja tagihannya padaku,” kata William.
Melanie juga mengungkapkan bahwa ayahnya terus bekerja selama menjalani perawatan. “Dia tidak mau menghentikan hidupnya,” ujarnya. William, yang dikenal sebagai Kapten James T. Kirk, tetap aktif tampil di layar kaca dan publik. Pada tahun 2021, ia bahkan menjadi manusia tertua yang pernah terbang ke luar angkasa dalam misi Blue Origin milik Jeff Bezos.
Bagi pembaca di Indonesia, kisah ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya deteksi dini dan dukungan keluarga. Kanker stadium 4 sering dianggap sebagai vonis mati, tetapi pengalaman Shatner membuktikan bahwa dengan penanganan medis yang tepat dan semangat juang, kesembuhan masih mungkin. Di Indonesia, angka kejadian kanker payudara dan melanoma terus meningkat, namun akses terhadap terapi target dan imunoterapi masih terbatas. Kisah ini bisa menjadi pengingat untuk tidak menunda pemeriksaan dan selalu mencari second opinion.
Podcast No Time but Now rencananya akan menghadirkan para ahli kesehatan dan sesama penyintas kanker. William berharap podcast ini bisa memberi inspirasi bagi mereka yang sedang berjuang. “Sangat mudah bagi kami yang hidup nyaman untuk berkata, ‘Buatlah hidupmu berarti’. Tapi jauh lebih sulit bagi mereka yang miskin dan bingung bagaimana bertahan. Saya pernah di posisi itu. Namun, mungkin saja untuk bertahan dan tetap menyadari keindahan di sekitar Anda,” tuturnya.
Melanie menambahkan bahwa pengalaman melawan kanker telah mengubah hidupnya. “Saya tidak lagi begitu takut, dan ada begitu banyak kebebasan serta kegembiraan,” katanya. Pertanyaan besarnya kini: akankah podcast ini mampu menjangkau mereka yang paling membutuhkan, terutama di negara-negara dengan akses kesehatan terbatas seperti Indonesia? Hanya waktu yang akan menjawab.


