Leeds Siapkan Rp600 M demi Jens Petter Hauge, Bintang Anyar dari Bodo/Glimt
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengincar Jens Petter Hauge, penyerang Bodo/Glimt yang bersinar di Liga Champions dengan enam gol dalam 12 laga.
- Manajer Daniel Farke menginginkan peningkatan kualitas skuad, bukan sekadar kuantitas, setelah musim lalu hanya selamat dari degradasi.
- Hauge dinilai lebih unggul dari Noah Okafor dalam beberapa aspek statistik, meski banderol £30 juta dianggap mahal.

Leeds United tengah mempersiapkan dana sebesar 30 juta pound sterling—setara lebih dari Rp600 miliar—untuk memboyong Jens Petter Hauge, penyerang sayap Bodo/Glimt yang tampil gemilang di Liga Champions musim lalu. Langkah ini menjadi sinyal ambisi klub asal Yorkshire itu untuk tidak sekadar bertahan di Premier League, melainkan menembus papan atas.
Setelah promosi pada 2024, Leeds hanya menghabiskan 90 juta pound untuk merekrut sejumlah pemain seperti Anton Stach, Dominic Calvert-Lewin, dan Jaka Bijol. Meski berhasil menghindari degradasi, manajer Daniel Farke menilai pendekatan itu kurang efektif. “Kami butuh kualitas, bukan kuantitas,” tegasnya dalam beberapa kesempatan. Musim panas ini, dua pemain anyar—Harry Wilson dan Tarik Muharemović—sudah mendarat di Elland Road, namun Farke belum puas.
Nama Hauge muncul setelah TEAMtalk melaporkan bahwa Leeds, Everton, dan Sunderland siap menguji keteguhan Bodo/Glimt. Klub Norwegia itu mematok harga 30 juta pound untuk pemain berusia 26 tahun tersebut. Angka itu terbilang tinggi, tetapi performa Hauge di Eropa membuatnya layak dipertimbangkan. Dalam 12 penampilan Liga Champions musim 2025/26, ia mencetak enam gol, termasuk ke gawang Manchester City dan Inter Milan.
Yang menarik, Hauge justru tampil lebih impresif ketimbang Noah Okafor—bintang Leeds musim lalu yang dibeli 17 juta pound dari Napoli. Okafor mencatatkan delapan gol Premier League dengan akurasi umpan panjang 79% (top 5% liga), namun Hauge unggul dalam menciptakan peluang (2,5 per 90, ranking 90% pemain UCL) dan duel udara. Talent scout Jacek Kulig bahkan menyebut Hauge “luar biasa” karena kemampuannya memberikan assist dari sisi sayap.
Bagi Leeds, merekrut Hauge bukan tanpa risiko. Ia belum pernah bermain di Premier League, dan Okafor yang sudah terbukti mungkin harus kehilangan tempat utama. Namun, Farke dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan kerja keras tanpa bola. Hauge, yang masuk 20% teratas penyerang UCL dalam hal tekel, dinilai cocok dengan sistem pressing tinggi Leeds. Jika transfer ini terealisasi, Leeds akan memiliki opsi serangan yang lebih variatif—dengan Wilson sebagai pemain sayap berpengalaman dan Hauge sebagai pembeda di laga besar.
Dari sisi persaingan, Everton dan Sunderland juga mengincar Hauge, tetapi Leeds diyakini memiliki daya tarik lebih setelah finis di posisi aman musim lalu. Pertanyaannya, apakah manajemen Leeds—yang dimiliki 49ers Enterprises—berani mengeluarkan dana besar untuk satu pemain? Ataukah mereka akan kembali ke strategi belanja banyak pemain murah? Keputusan dalam pekan-pekan mendatang akan menentukan arah klub untuk musim 2026/27.



