Foden Perpanjang Kontrak di Manchester City hingga 2030: Bukti Loyalitas di Tengah Perubahan
Baca dalam 60 detik
- Phil Foden meneken kontrak baru berdurasi empat tahun bersama Manchester City, mengikatnya hingga 2030 dan menepis rumor kepergian.
- Keputusan ini diambil di tengah transisi kepelatihan dari Pep Guardiola ke Enzo Maresca, yang pernah menjadi asisten saat City meraih treble.
- Meski produktivitasnya menurun dalam dua musim terakhir, Foden tetap menjadi aset berharga dengan rekor 369 penampilan dan 9 trofi utama.

Manchester City memastikan masa depan Phil Foden dengan kontrak anyar berdurasi empat tahun yang mengikat pemain berusia 26 tahun itu hingga 2030. Langkah ini mengakhiri spekulasi tentang kepergiannya setelah musim yang kurang konsisten dan pergantian pelatih dari Pep Guardiola ke Enzo Maresca.
Foden, yang debut di tim utama pada usia 17 tahun di bawah Guardiola, telah mencatatkan 369 penampilan untuk The Citizens. Selama periode itu, ia mengoleksi enam gelar Premier League, satu Liga Champions, dan dua Piala FA. Namun, dua musim terakhir menunjukkan penurunan produktivitas: musim lalu ia hanya mencetak tujuh gol dan lima assist dalam 33 laga Premier League, jauh dari puncak kariernya pada 2022โ23 saat menorehkan 27 gol dan 12 assist.
Perubahan peran di lapangan menjadi faktor utama. Dengan hadirnya pemain sayap cepat seperti Jeremy Doku dan Antoine Semenyo yang lebih sering menjadi pemasok bola bagi Erling Haaland, serta Rayan Cherki yang kerap dimainkan sebagai gelandang serang, Foden terkadang harus turun lebih dalam. Posisi itu membatasi kemampuannya untuk mencetak gol dan memberikan umpan kunci. Akibatnya, ia hanya menjadi starter dalam 23 pertandingan Premier League musim lalu dan akhirnya dicoret dari skuad Inggris untuk Piala Dunia oleh Thomas Tuchel pada Mei lalu.
Meski demikian, Foden tetap menjadi pemain paling sukses di City bersama John Stones dan Bernardo Silva. Dalam pernyataannya, ia mengaku antusias bekerja sama lagi dengan Maresca, yang pernah menjadi asisten Guardiola saat City meraih treble pada 2022โ23. "Mengikat masa depanku bersama City berarti segalanya bagiku. Bermain untuk klub ini adalah yang selalu kuinginkan," ujar Foden. Ia juga menambahkan bahwa dirinya tidak sabar untuk kembali berkolaborasi dengan Maresca yang dinilainya brilian selama musim treble.
Keputusan Foden bertahan di tengah transisi kepelatihan menunjukkan loyalitas yang langka di era sepak bola modern. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana Maresca akan memaksimalkan potensi Foden yang sempat meredup. Asosiasi Pesepak Bola Profesional Inggris (PFA) sebelumnya menyebut Foden sebagai "korban" jadwal pertandingan yang padat, yang membuatnya tidak tampil seperti dua tahun lalu. Pertanyaan besarnya: akankah Foden kembali ke performa terbaiknya di bawah arahan Maresca, atau justru semakin tenggelam dalam persaingan ketat di lini tengah City?



