Perburuan Franculino Dju Memanas: Newcastle dan Everton Wajib Bayar Rekor Klub
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dan Everton bersaing ketat mendapatkan penyerang Franculino Dju dari FC Midtjylland, dengan syarat klub Denmark itu meminta rekor penjualan sebesar €25 juta.
- Pemain 22 tahun ini mencetak 17 gol dalam 17 pertandingan starter di Liga Denmark musim lalu, menarik minat Leeds United, Fulham, dan Brentford.
- Kedua klub Premier League butuh solusi lini depan setelah musim lalu kesulitan mencetak gol, dan Dju dianggap sebagai jawaban potensial.

Persaingan merebut tanda tangan penyerang muda Franculino Dju memasuki babak baru setelah FC Midtjylland membuka pintu bagi Newcastle United dan Everton dengan satu syarat: kedua klub harus memecahkan rekor penjualan klub Denmark tersebut. Langkah ini memicu perang transfer yang melibatkan setidaknya lima klub Premier League, menjadikan pemain berusia 22 tahun itu sebagai salah satu buruan paling panas di bursa musim panas ini.
Menurut laporan TeamTalk yang dikutip Football Fancast, Midtjylland memberi lampu hijau kepada Newcastle dan Everton untuk memulai negosiasi asalkan mereka bersedia membayar di atas €25 juta (sekitar £21 juta)—angka yang menjadi rekor penjualan klub saat melepas Ernest Nuamah ke RWD Molenbeek pada 2023. Meski nominal tersebut tergolong wajar bagi klub Premier League, syarat ini menjadi batu sandungan tersendiri mengingat kedua tim memiliki prioritas belanja yang ketat.
Franculino Dju mencuri perhatian setelah musim gemilang bersama Midtjylland di Superliga Denmark. Dalam 17 pertandingan sebagai starter, ia mengemas 17 gol—rasio satu gol per laga yang sulit ditandingi. Scout Jacek Kulig bahkan menjulukinya "sensasional" pada Oktober lalu. Performa ini membuatnya masuk radar sejumlah klub papan atas Inggris, termasuk Leeds United, Fulham, dan Brentford yang juga memantau perkembangannya.
Newcastle United tengah berburu penyerang setelah gagal mendatangkan Johan Manzambi dan Victor Munoz. Kegagalan Nick Woltemade menjadi solusi di lini depan musim lalu membuat manajemen The Magpies harus bergerak cepat. Dengan harga yang diperkirakan tidak lebih dari €25 juta, Dju dinilai sebagai opsi realistis untuk memperkuat opsi serangan Eddie Howe. Di sisi lain, Everton juga memiliki problem serupa. Thierno Barry yang baru direkrut belum menunjukkan performa memadai, sementara Beto dianggap bukan solusi jangka panjang. Manajer Everton, yang kini ditangani oleh David Moyes, membutuhkan sosok tajam seperti Dju untuk mengakhiri musim lalu yang kering gol.
Namun, tidak semua klub yang dikaitkan dengan Dju berada dalam posisi mendesak. Leeds United sudah memiliki Dominic Calvert-Lewin yang mencetak 14 gol Premier League musim lalu, sehingga prioritas belanja mereka lebih ke sektor lain. Brentford juga relatif aman setelah Igor Thiago tampil meyakinkan menggantikan Yoane Wissa dan Bryan Mbeumo, ditambah kedatangan Jaiden Anthony. Fulham, yang kehilangan Raul Jimenez karena kontraknya habis, justru bisa menjadi kuda hitam. Merebut Dju akan menjadi pernyataan ambisius di era kepelatihan Alvaro Arbeloa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League mulai melirik talenta dari liga-liga Eropa non-elite. Midtjylland, yang dikenal sebagai klub pengembangan pemain muda, menjadi contoh bagaimana klub Denmark mampu memaksimalkan nilai jual pemain. Jika Dju benar-benar pindah ke Inggris, ia bisa menjadi inspirasi bagi pemain Asia Tenggara yang ingin menembus liga top Eropa melalui jalur serupa.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Newcastle atau Everton berani memenuhi tuntutan Midtjylland? Atau justru Fulham yang tampil sebagai pemecah rekor? Dengan bursa transfer yang masih panjang, pergerakan selanjutnya akan menentukan klub mana yang paling serius membangun lini depan untuk musim 2025/26.



