AC Milan Menyodok di Menit Akhir, Rebut Bek Muda Troyes dari Pelukan Rangers
Baca dalam 60 detik
- Klub Serie A, AC Milan, bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan bek tengah Troyes, Sankhoun Diawara, yang sebelumnya dikabarkan satu langkah lagi bergabung dengan Glasgow Rangers.
- Kontrak Diawara yang tersisa hanya hingga akhir musim membuatnya menjadi incaran murah, meski Milan berencana menempatkannya di tim U-23 yang berlaga di Serie D.
- Persaingan ini menyoroti strategi klub besar Eropa dalam merekrut talenta muda dengan harga rendah, sebuah fenomena yang juga relevan bagi klub-klub Indonesia yang mulai melirik pemain diaspora.

AC Milan memasuki persaingan menit akhir untuk merekrut bek tengah muda Troyes, Sankhoun Diawara, yang sebelumnya diyakini akan segera bergabung dengan Glasgow Rangers. Langkah ini menunjukkan agresivitas Rossoneri di bursa transfer musim dingin, sekaligus menambah ketegangan dalam perebutan pemain berusia 20 tahun tersebut.
Menurut laporan Footmercato di Prancis, Milan bergerak cepat untuk membajak pemain yang sudah satu langkah menuju Ibrox. Keunggulan utama Rangers adalah rencana mereka untuk mempromosikan Diawara langsung ke tim senior, sementara Milan berencana menempatkannya di skuad U-23 yang bermain di Serie D. Meski begitu, peluang untuk menembus tim utama tetap terbuka jika Milan berhasil melepas Fikayo Tomori.
Diawara, yang merupakan produk akademi Troyes dan pernah membela timnas Prancis U-19, memiliki kontrak hanya hingga akhir musim. Situasi ini membuatnya menjadi target menarik di pasar transfer, karena ia bisa didatangkan dengan biaya minimal atau bahkan gratis pada musim panas mendatang. Posturnya yang tinggi serta kemampuan bermain sebagai bek kiri dengan kaki kiri menjadi nilai tambah yang dicari banyak klub.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Milan ini mencerminkan strategi jangka panjang klub dalam membangun skuad muda berbakat. Namun, keputusan untuk menempatkan Diawara di tim U-23 menuai kritik karena dianggap menghambat perkembangan pemain. Sebaliknya, Rangers menawarkan jalur lebih cepat ke sepak bola senior, yang bisa menjadi faktor penentu dalam pilihan sang pemain.
Di Indonesia, fenomena perburuan pemain muda dengan kontrak pendek seperti ini mulai mendapat perhatian. Klub-klub Liga 1, terutama yang memiliki akademi kuat, bisa belajar dari pendekatan Milan dan Rangers dalam merekrut talenta diaspora atau pemain lokal dengan status bebas transfer. Persaingan semacam ini juga menekankan pentingnya manajemen kontrak dan pengembangan pemain muda di era regulasi bursa yang semakin ketat.
Ke depan, keputusan Diawara akan menjadi indikator apakah pemain muda lebih memilih kepastian bermain di tim utama atau kesempatan berlatih dengan klub besar meski harus memulai dari divisi bawah. Pertanyaan yang muncul: akankah Milan memberikan jaminan promosi ke tim utama jika ia tampil impresif, atau justru Rangers yang lebih meyakinkan dengan rencana langsung mereka?



