Andy Burnham Jadi PM Inggris: Mimpi Olimpiade Utara hingga Regulasi Sepak Bola yang Lebih Tegas
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri baru Inggris, Andy Burnham, membawa visi desentralisasi olahraga dengan mendorong Olimpiade di utara Inggris dan pembangunan stadion baru Old Trafford.
- Burnham, yang dikenal sebagai penggemar sepak bola dan pendukung hak suporter, diprediksi akan memperkuat regulator sepak bola independen serta mendorong larangan sponsor kasino tanpa izin.
- Kebijakan alkohol di tribun sepak bola pria dan upaya menghadirkan Ryder Cup ke utara Inggris menjadi agenda yang mungkin mendapat dorongan di bawah kepemimpinannya.

Hanya dua hari setelah dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham langsung menjadi sorotan publik terkait dampak kepemimpinannya terhadap dunia olahraga. Penggemar berat Everton dan mantan Menteri Olahraga ini diyakini akan membawa perubahan signifikan, mulai dari desentralisasi ajang olahraga besar hingga pengawasan ketat terhadap keuangan klub sepak bola.
Burnham mempertahankan Lisa Nandy sebagai Menteri Kebudayaan, Media, dan Olahraga (DCMS), memastikan kesinambungan kebijakan. Keduanya telah bekerja sama erat selama sembilan tahun terakhir, ketika Burnham menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester. Nandy, yang merupakan anggota parlemen untuk Wigan, berada di bawah wilayah kekuasaan Burnham sebelumnya. Kolaborasi ini dipandang sebagai fondasi kuat untuk merealisasikan agenda olahraga yang ambisius.
Salah satu prioritas Burnham adalah mendorong Olimpiade di utara Inggris. Pada Februari lalu, ia menyebut potensi tuan rumah Olimpiade di kawasan tersebut sebagai "momen penentu bagi utara" dan "peluang kuat untuk memicu pertumbuhan masa depan". Langkah ini sejalan dengan visinya untuk mengurangi dominasi London sebagai pusat penyelenggaraan acara olahraga. Selain itu, Burnham mendukung renovasi Old Trafford menjadi stadion berkapasitas 100.000 tempat duduk yang ditargetkan siap menjelang Piala Dunia Wanita 2035. Rencana tersebut akan ditandatangani Dewan Trafford pada 21 Juli mendatang.
Burnham juga dikenal vokal dalam mengkritik otoritas sepak bola. Pada 2023, ia menulis surat kepada Premier League yang menuntut agar pengurangan 10 poin Everton akibat pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan dinyatakan "batal demi hukum". Ia pun turut merumuskan manifesto 'Saving Our Beautiful Game' pada 2020 yang merekomendasikan pembentukan badan independen untuk mengawasi regulasi keuangan sepak bola. Dengan adanya regulator sepak bola independen yang mulai beroperasi, Burnham dipastikan akan memperkuat perannya.
Di luar sepak bola, Burnham memiliki perhatian besar terhadap rugby league. Ia menjabat sebagai presiden Rugby Football League dan merupakan pendukung setia Leigh Leopards. Dalam kapasitasnya sebagai anggota parlemen untuk Leigh, ia menjadi motor pembangunan Leigh Sports Village, stadion berkapasitas 12.000 yang kini menjadi kandang bagi Leigh Leopards, tim wanita Manchester United, dan tim junior pria. Stadion ini juga menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Eropa Wanita 2022. Burnham berjanji akan mendukung olahraga tersebut dari "jabatan tertinggi" dan menyoroti kurangnya investasi di fasilitas akar rumput.
Kebijakan alkohol di tribun sepak bola juga menjadi sorotan. Burnham mengkritik larangan minum alkohol di tribun stadion sepak bola Inggris dan Wales yang berlaku sejak 1985. Saat menonton pertandingan rugby league antara Leigh Leopards dan Warrington Wolves, ia membandingkan dengan aturan di sepak bola. "Bagaimana mereka bisa melakukan itu di kursi saya, sementara kami tidak bisa melakukannya di pertandingan kandang Everton?" ujarnya. Aturan tersebut mulai dilonggarkan untuk Liga Super Wanita musim ini, tetapi belum ada rencana untuk memperluasnya ke sepak bola pria.
Burnham juga telah memulai proses untuk membawa Ryder Cup ke utara Inggris untuk pertama kalinya dalam hampir 60 tahun. Lokasi yang diusulkan adalah Hulton Park di Bolton, meskipun lapangan golf senilai ยฃ250 juta belum dibangun. Keputusan tuan rumah Ryder Cup 2035 diperkirakan baru akan diumumkan sekitar 2029. Dengan Burnham di pucuk pimpinan, peluang utara Inggris untuk menjadi tuan rumah ajang golf bergengsi itu dinilai semakin terbuka.
Pertanyaan besarnya, apakah Burnham akan mampu mewujudkan semua ambisi ini di tengah tekanan politik dan anggaran? Desentralisasi olahraga dan penguatan regulasi memang terdengar progresif, tetapi implementasinya membutuhkan dukungan lintas partai dan investasi besar. Publik Inggris, khususnya para penggemar olahraga di luar London, menanti realisasi janji-janji tersebut.



