Agen Bastoni Bantah Rumor ke Al Hilal: Bek Inter Tak Berniat Hengkang
Baca dalam 60 detik
- Agen Alessandro Bastoni menegaskan kliennya ingin menghormati kontrak bersama Inter Milan di tengah minat Al Hilal asuhan Simone Inzaghi.
- Pembicaraan dengan klub Saudi itu disebut belum mencapai tahap negosiasi serius, meski ada spekulasi nilai transfer mencapai โฌ70 juta.
- Bastoni, penggemar berat Inter, dikabarkan tak tertarik pindah meski sempat dikaitkan dengan Barcelona dan Real Madrid.

Spekulasi kepindahan Alessandro Bastoni ke Al Hilal yang ditangani mantan pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, mendapat bantahan tegas dari sang agen. Tullio Tinti menegaskan bahwa bek tengah berusia 27 tahun itu berkomitmen penuh terhadap kontraknya bersama Nerazzurri yang masih tersisa dua musim.
Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, Tinti mengungkapkan bahwa Bastoni tidak mempertimbangkan untuk bergabung dengan klub lain saat ini. โDia adalah penggemar berat Inter, dia jatuh cinta dengan klub ini,โ ujar Tinti. Meski demikian, ia membuka peluang jika ada tawaran yang memuaskan kedua belah pihak, namun menekankan bahwa rumor yang beredar saat ini belum cukup untuk disebut negosiasi nyata.
Ketertarikan Al Hilal terhadap Bastoni bukanlah hal baru. Klub raksasa Arab Saudi itu, yang kini dilatih Inzaghi, dilaporkan ingin mempersatukan kembali duet sukses di lini belakang Inter. Namun, nilai transfer yang diminta Inter disebut-sebut tidak kurang dari โฌ70 jutaโangka yang membuat negosiasi belum beranjak dari tahap awal.
Bastoni sendiri menjalani tahun yang berat pada 2026, baik di dalam maupun luar lapangan. Namun, ketika ditanya apakah ia pernah berpikir hengkang untuk memulai petualangan baru di luar Italia, Tinti menjawab dengan tegas. โSaya rasa tidak. Mungkin saya akan berpikir begitu jika menjadi dirinya,โ katanya sambil tersenyum. โDia memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan sangat mencintai seragam Inter.โ
Sebelum Al Hilal, nama Bastoni juga sempat dikaitkan dengan raksasa La Liga seperti Barcelona dan Real Madrid. Namun, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari klub-klub tersebut. Bagi Inter, mempertahankan Bastoni menjadi prioritas mengingat perannya sebagai pilar pertahanan dan simbol loyalitas di tengah gempuran tawaran dari liga kaya seperti Saudi Pro League.
Dari perspektif Indonesia, fenomena ini menarik diamati karena menunjukkan bagaimana liga Arab Saudi semakin agresif memburu pemain top Eropa. Jika transfer ini terealisasi, akan menjadi sinyal bahwa daya tarik finansial Saudi Pro League mampu menggeser pusat kekuatan sepak bola global. Namun, kasus Bastoni juga membuktikan bahwa ikatan emosional dan kesetiaan terhadap klub masih menjadi faktor penentu bagi sebagian pemain.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Inter mampu menahan godaan dana segar dari Timur Tengah atau justru akan memanfaatkannya untuk membangun ulang skuad. Dengan Bastoni yang masih muda dan produktif, keputusan ini bisa menentukan arah kompetisi Serie A dalam beberapa musim ke depan.



