Arsenal Gaet Christos Tzolis, Harapan Baru di Sisi Kiri Serangan
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengamankan tanda tangan Christos Tzolis dari Club Brugge dengan biaya ยฃ35 juta untuk mengisi kekosongan di posisi sayap kiri.
- Sejak kepergian Alexis Sanchez pada 2018, Arsenal kesulitan menemukan pemain sayap kiri yang produktif; Tzolis diyakini memiliki gaya bermain serupa.
- Kedatangan Tzolis menjadi respons cepat setelah gagal mendapatkan Morgan Rogers, dan diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang di lini depan.

Arsenal akhirnya menemukan jawaban atas kerinduan akan sosok sayap kiri elite yang hilang sejak Alexis Sanchez hengkang pada 2018. Klub asal London Utara itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Club Brugge untuk merekrut Christos Tzolis dengan nilai transfer ยฃ35 juta. Pemain asal Yunani tersebut dijadwalkan tiba di London pada Selasa dan akan resmi menjadi pemain Arsenal pada Rabu.
Keputusan Arsenal bergerak cepat tak lepas dari kegagalan mereka mendatangkan Morgan Rogers, yang memilih bergabung dengan Chelsea setelah The Blues mengajukan tawaran senilai ยฃ117 juta. Padahal, Rogers merupakan target utama Mikel Arteta untuk memperkuat sektor sayap kiri. Dengan kepergian Leandro Trossard ke Besiktas, Arsenal tak punya banyak waktu untuk bersantai. Mereka harus segera menemukan pengganti yang mampu memberikan kontribusi gol dan assist secara konsisten.
Sejak Sanchez memutuskan pindah ke Manchester United pada Januari 2018, Arsenal seperti terkena kutukan di posisi sayap kiri. Berbagai nama seperti Henrikh Mkhitaryan, Alex Iwobi, Nicolas Pepe, Willian, Raheem Sterling, hingga Noni Madueke pernah dicoba, namun tak ada yang mampu menyamai produktivitas Sanchez. Mantan pemain Barcelona itu mencatatkan 35 gol dan 19 assist dalam 81 penampilan sebagai pemain sayap kiri di bawah asuhan Arsene Wenger. Angka tersebut menjadi standar yang terus membayangi The Gunners.
Kedatangan Tzolis pun diharapkan bisa mematahkan kutukan tersebut. Meski namanya belum setenar bintang-bintang lain, pemain berusia 23 tahun ini menunjukkan performa impresif bersama Club Brugge musim lalu. Ia mencetak 22 gol dan 29 assist dalam 52 pertandingan di semua kompetisi. Gaya bermainnya yang lincah, kemampuan menggiring bola di ruang sempit, serta akselerasi pendek disebut-sebut mirip dengan Sanchez. Meski tak se-eksplosif pemain asal Chile itu, Tzolis diyakini memiliki naluri mencetak gol yang tajam.
Keputusan Arsenal mendatangkan Tzolis mungkin tak langsung membuat para penggemar bergembira. Setelah sukses meraih gelar Premier League musim lalu, ekspektasi terhadap belanja pemain musim panas ini sangat tinggi. Namun, dengan masih adanya beberapa pekan ke depan, Arsenal masih berpeluang mendatangkan satu atau dua pemain bintang lagi. Tzolis bisa menjadi pelapis yang cerdas, apalagi dengan harga yang relatif terjangkau di era pasar yang terus melambung.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Arsenal ini menarik untuk dicermati. Di tengah dominasi klub-klub besar yang kerap mengeluarkan dana fantastis, Arsenal justru berani mengambil risiko dengan merekrut pemain dari liga yang kurang bergengsi. Jika Tzolis mampu beradaptasi dengan cepat, ia bisa menjadi bukti bahwa bakat tidak selalu berasal dari liga top Eropa. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk lebih jeli dalam memindai pemain-pemain potensial dari liga-liga alternatif.
Pertanyaan besarnya, akankah Tzolis mampu mengulang performa gemilangnya di Premier League? Atau akankah ia menjadi bagian dari daftar panjang pemain sayap kiri Arsenal yang gagal memenuhi ekspektasi? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti: Arsenal tak ingin kembali meratapi kepergian Sanchez tanpa pernah menemukan penggantinya.



