Pahlawan dari Bangku Cadangan: Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Gol Ferran Torres di menit ke-106 babak perpanjangan waktu memastikan kemenangan 1-0 Spanyol atas Argentina di final Piala Dunia 2026.
- Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernandez mendapat kartu kuning kedua di masa injury time babak kedua.
- Spanyol menjadi negara pertama yang secara bersamaan memegang gelar juara Piala Dunia putra dan putri.

EAST RUTHERFORD, N.J. โ Sebuah gol di babak perpanjangan waktu dari pemain pengganti Ferran Torres mengantarkan Spanyol menaklukkan juara bertahan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai negara pertama yang secara simultan menguasai gelar juara dunia sepak bola putra dan putri.
Sepanjang 90 menit waktu normal, Spanyol mendominasi penguasaan bola dan peluang. Statistik mencatat 15 tembakan berbanding nol untuk Argentina, serta sembilan tendangan sudut berbanding satu. Namun, kegigihan Lionel Messi dan kawan-kawan mampu memaksakan laga berlanjut ke perpanjangan waktu.
Pada awal babak perpanjangan waktu kedua, Torres memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Dengan kaki kirinya, ia melepaskan tembakan keras yang bersarang tepat di bawah mistar gawang. Gol itu menjadi penentu kemenangan La Furia Roja.
Nasib Argentina semakin berat ketika gelandang Enzo Fernandez mendapat kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap bek Spanyol Pau Cubarsi, yang membuatnya harus meninggalkan lapangan pada masa injury time babak kedua. Unggul jumlah pemain, Spanyol nyaris memastikan kemenangan lebih awal melalui tendangan bebas Lamine Yamal, namun Martinez melakukan penyelamatan gemilang โ penyelamatan kesepuluhnya pada laga tersebut.
Kemenangan ini menjadi puncak dari Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah, yang diikuti 48 tim dan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan total 308 gol, turnamen ini memecahkan rekor jumlah gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.
Bagi Indonesia, keberhasilan Spanyol menorehkan prestasi ganda โ juara dunia putra dan putri โ bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan sepak bola nasional. Meskipun Timnas Indonesia belum menembus putaran final, pencapaian Spanyol menunjukkan pentingnya pembinaan usia dini dan konsistensi strategi jangka panjang, sesuatu yang tengah digalakkan oleh PSSI dan pemerintah.
Pertandingan final ini juga menjadi panggung spektakuler yang dihadiri oleh sejumlah tokoh dunia, mulai dari aktor Hollywood seperti Brad Pitt dan Tom Cruise, bintang NBA seperti Stephen Curry dan Kevin Durant, hingga legenda sepak bola seperti David Beckham dan Zinedine Zidane. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut hadir dan direncanakan ikut dalam seremoni penyerahan trofi. Dalam wawancara dengan Fox Sports, Trump mengaku tidak memihak, namun mengakui kehebatan Messi.
Dengan berakhirnya Piala Dunia 2026, pertanyaan besar kini mengemuka: akankah era keemasan Spanyol berlanjut, atau justru memicu kebangkitan tim-tim lain seperti Brasil, Jerman, dan tentunya Argentina yang pasti akan bangkit? Satu hal yang pasti, peta kekuatan sepak bola dunia kembali bergeser.



