Pertunjukan Abad Ini: Madonna hingga BTS Meriahkan Babak Final Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Madonna, BTS, Justin Bieber, dan Shakira tampil dalam pertunjukan paruh waktu pertama di final Piala Dunia, berlangsung selama 11 menit.
- Pertunjukan ala Super Bowl ini memicu kontroversi karena memperpanjang jeda menjadi 27 menit, melebihi batas 15 menit yang diatur dalam Laws of the Game.
- Spektakel ini menjadi sorotan global dan menandai pengaruh budaya pop Amerika dalam turnamen sepak bola dunia.

Pertunjukan paruh waktu pertama dalam sejarah final Piala Dunia berlangsung meriah dengan menghadirkan deretan musisi papan atas dunia. Madonna, BTS, Justin Bieber, dan Shakira bergantian menghibur penonton di Stadion New York New Jersey pada Minggu (19/7) malam waktu setempat, menandai babak baru dalam tradisi turnamen sepak bola terbesar di planet ini.
Madonna membuka pertunjukan dengan lagu "Music" yang ikonik. Ia muncul dari terowongan stadion dengan mengendarai dune buggy yang dikemudikan oleh legenda sepak bola Brasil, Ronaldo dan Ronaldinho. Penampilan ini menjadi salah satu dari sekian banyak elemen khas Amerika yang disisipkan dalam turnamen tahun ini. Setelah Madonna, giliran grup K-pop BTS yang tampil enerjik dengan kostum hitam-merah membawakan "Dynamite".
Aktor Jason Sudeikis dan Brendan Hunt, yang memerankan pelatih dalam serial "Ted Lasso", memperkenalkan Justin Bieber. Bieber mengubah tempo dengan lagu akustik "Everything Hallelujah" yang diakhiri dengan lirik "World Cup Hallelujah". Panggung kemudian diisi oleh Shakira bersama Burna Boy dari Nigeria yang membawakan "Dai Dai", lagu resmi Piala Dunia 2026.
Namun, kemeriahan pertunjukan ini tidak luput dari kritik. Banyak pihak menilai durasi jeda yang terlalu panjang mengganggu ritme pertandingan. International Football Association Board (IFAB) melalui Laws of the Game menyatakan bahwa pemain berhak atas jeda paruh waktu "tidak melebihi 15 menit". Akan tetapi, regulasi turnamen hanya menyebutkan jeda 15 menit tanpa secara eksplisit melarang perpanjangan waktu. Akibatnya, jeda total mencapai 27 menit—hampir dua kali lipat dari ketentuan—karena petugas harus memindahkan peralatan panggung masuk dan keluar lapangan.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, polemik ini mungkin terasa akrab. Dalam gelaran Liga 1 maupun turnamen lokal, jeda paruh waktu sering kali diperpanjang untuk acara hiburan atau komersial, meskipun tidak ada aturan setegas IFAB. Pertunjukan megah di final Piala Dunia ini bisa menjadi preseden bagi penyelenggara turnamen di masa depan untuk menyeimbangkan antara hiburan dan kepatuhan terhadap aturan olahraga.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah FIFA akan merevisi regulasi jeda paruh waktu untuk mengakomodasi pertunjukan semacam ini, atau justru menegakkan batas 15 menit secara ketat. Dengan Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada—pasar utama hiburan global—tekanan untuk menghadirkan spektakel serupa dipastikan akan semakin besar.



