Aston Villa Buru Palhinha sebagai Solusi Jangka Pendek Gantikan Onana yang Cedera
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa kehilangan Amadou Onana karena cedera ACL saat Piala Dunia 2026, membutuhkan pengganti jangka pendek.
- Klub dikabarkan mendekati Joao Palhinha dari Bayern Munich via pinjaman, setelah merekrut Johan Manzambi dan Joao Gomes.
- Palhinha dinilai sebagai opsi ideal berkat pengalaman Premier League dan kemampuan duel yang lebih unggul dari Onana.

Aston Villa harus merombak lini tengahnya secara drastis menjelang musim 2026/27 setelah kehilangan dua pilar utama: Morgan Rogers yang dilego ke Chelsea senilai ยฃ117 juta, dan Amadou Onana yang mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) saat membela Belgia di Piala Dunia 2026. Cedera yang membutuhkan waktu pemulihan enam hingga sembilan bulan itu memaksa manajemen Villa bergerak cepat mencari pengganti sementara.
Villa sejatinya sudah mengamankan jasa Johan Manzambi dengan rekor klub ยฃ59,5 juta untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rogers. Namun, kebutuhan akan gelandang bertahan murni tetap mendesak. Joao Gomes yang didatangkan dari Wolverhampton Wanderers dengan biaya ยฃ38 juta dinilai lebih cocok sebagai gelandang serang, bukan sebagai penghancur permainan lawan di depan lini belakang.
Menurut laporan jurnalis Birmingham Live, John Townley, Villa telah mengadakan pembicaraan dengan Bayern Munich untuk meminjam Joao Palhinha. Gelandang asal Portugal berusia 31 tahun itu memiliki pengalaman luas di Premier League bersama Tottenham Hotspur dan Fulham, serta dikenal sebagai spesialis dalam memenangkan duel dan tekel.
Perbandingan statistik menunjukkan Palhinha unggul dalam aspek defensif. Musim lalu, ia memenangkan 3,3 tekel per pertandingan โ jauh di atas Onana yang hanya 1,9. Dalam hal duel, Palhinha juga lebih produktif dengan 5,8 kemenangan duel per laga dibandingkan 4,9 milik Onana. Keunggulan ini menjadikannya kandidat ideal untuk mengisi peran gelandang bertahan yang ditinggalkan pemain Belgia tersebut.
Meski Palhinha sudah berusia 31 tahun dan kontraknya di Bayern Munich masih panjang, opsi peminjaman dianggap sebagai solusi cerdas dalam jangka pendek. Villa tidak perlu mengeluarkan biaya besar di tengah pengeluaran yang sudah membengkak untuk Manzambi dan Gomes. Namun, belum jelas apakah klub Birmingham itu akan mengaktifkan opsi pembelian permanen di akhir masa pinjaman.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Villa ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub Premier League beradaptasi dengan cedera pemain kunci di tengah jendela transfer yang ketat. Keputusan meminjam pemain berpengalaman seperti Palhinha bisa menjadi strategi yang patut dicontoh oleh klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang kerap menghadapi situasi serupa.
Dengan persiapan musim baru yang tinggal menghitung hari โ laga pembuka melawan Brighton & Hove Albion sudah di depan mata โ Villa harus segera merampungkan negosiasi. Apakah Palhinha akan menjadi solusi jangka pendek yang tepat, atau justru Villa perlu mencari opsi lain? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan.



