Rekor Baru Liga Inggris: Chelsea Tebus Morgan Rogers £117 Juta dari Aston Villa
Baca dalam 60 detik
- Chelsea memecahkan rekor transfer klub dengan mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa senilai £117 juta, mengalahkan rekor sebelumnya untuk Moises Caicedo.
- Gelandang serang 23 tahun itu menjadi rebutan Arsenal dan Chelsea, dengan The Blues memenangi perlombaan setelah negosiasi intens.
- Rogers diharapkan menjadi ujung tombak kebangkitan Chelsea yang musim lalu terpuruk di peringkat 10 klasemen Premier League.

Chelsea resmi mengamankan tanda tangan gelandang serang Aston Villa, Morgan Rogers, dengan nilai transfer mencapai £117 juta (sekitar Rp2,3 triliun) — menjadikannya pembelian termahal dalam sejarah klub London Barat itu. Kesepakatan tersebut diumumkan oleh media Inggris pada Sabtu (18/7) dan akan dikonfirmasi setelah pemain menjalani tes medis pada Senin pekan depan.
Rogers, yang juga memperkuat timnas Inggris, menandatangani kontrak berdurasi enam tahun. Ia bergabung dengan Chelsea setelah hanya dua musim berseragam Aston Villa, periode yang justru menjadi puncak kariernya: membawa Villa meraih trofi Liga Europa musim lalu. Kepergian Rogers tentu menjadi pukulan telak bagi The Villans, yang kehilangan salah satu bintang mudanya di puncak performa.
Transfer ini memecahkan rekor pembelian Chelsea sebelumnya, yaitu £115 juta untuk gelandang Ekuador Moises Caicedo pada 2023. Tak hanya itu, The Blues disebut-sebut memenangi persaingan ketat dengan Arsenal, juara Premier League musim lalu, yang juga mengincar jasa pemain berusia 23 tahun tersebut. Keberhasilan Chelsea mengamankan Rogers menunjukkan ambisi mereka untuk segera bangkit setelah finis di peringkat 10 musim 2025/26 — posisi terburuk klub dalam satu dekade terakhir.
Rogers bukanlah nama baru di panggung sepak bola Inggris. Ia memulai karier profesionalnya di Middlesbrough sebelum pindah ke Aston Villa pada 2024. Debutnya bersama timnas Inggris terjadi pada November tahun yang sama, dan ia langsung mencuri perhatian dengan assist untuk gol Anthony Gordon saat Inggris kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. Di level klub, performa terbaiknya terjadi pada musim 2025/26 ketika ia mencetak 10 gol di Premier League, serta torehan hat-trick di Liga Champions melawan Celtic pada Januari 2025.
Puncak prestasinya bersama Villa adalah saat final Liga Europa melawan Freiburg, di mana Rogers memberikan assist untuk gol pertama dan mencetak gol ketiga dalam kemenangan 3-0. Trofi itu menjadi gelar Eropa pertama Villa sejak 1982. Kini, Chelsea berharap Rogers bisa mengulangi magis tersebut di Stamford Bridge, terutama untuk memperbaiki lini serang yang tumpul musim lalu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League terus memborong talenta muda dengan harga selangit. Chelsea, yang sebelumnya dikenal dengan kebijakan transfer jor-joran di era Roman Abramovich, kembali ke pola tersebut di bawah kepemilikan baru. Namun, tantangan terbesar adalah menyatukan skuad yang penuh bintang muda — termasuk Rogers — menjadi tim yang kompak. Pelatih Chelsea, yang belum diumumkan secara resmi, harus mampu mengelola ego dan ekspektasi tinggi.
Langkah Chelsea berikutnya adalah mempersiapkan diri menghadapi Fulham pada laga pembuka Premier League 24 Agustus mendatang. Dengan kedatangan Rogers, apakah The Blues akhirnya bisa kembali bersaing di papan atas? Atau justru transfer mahal ini akan menjadi beban jika performa tak sesuai ekspektasi? Publik sepak bola Indonesia tentu akan menyaksikan dengan saksama.



