Crystal Palace Belum Menyerah Bawa Pulang Evan Guessand, Meski Opsi Beli Hangus
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace masih membuka pintu bagi Evan Guessand untuk kembali, meski klausul pembelian permanen senilai ยฃ28,5 juta telah kedaluwarsa.
- Penyerang Pantai Gading itu hanya mencetak dua gol dan satu assist dalam 14 penampilan, tetapi kontribusinya dianggap vital saat Palace juara Conference League.
- Palance kini fokus memperkuat sektor lain, namun tetap memantau situasi Villa yang mungkin menurunkan harga di akhir bursa.

Crystal Palace belum sepenuhnya menutup pintu bagi Evan Guessand untuk kembali ke Selhurst Park, meskipun opsi pembelian permanen yang mereka miliki telah kedaluwarsa. Klub Liga Inggris itu masih menyimpan kekaguman terhadap penyerang asal Pantai Gading tersebut, terutama setelah kontribusinya dalam mengantarkan tim meraih gelar UEFA Conference League musim lalu.
Guessand menjalani masa peminjaman dari Aston Villa pada paruh kedua musim 2024/2025. Dalam 14 penampilan di semua kompetisi, ia mencatatkan dua gol dan satu assist โ angka yang terbilang biasa. Namun, statistik tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan perannya. Pelatih Oliver Glasner saat itu sangat mengandalkan kecepatan, kekuatan, dan kemampuan dribelnya di lini depan. Sayangnya, cedera lutut yang dideritanya pada April lalu memangkas momentumnya tepat saat ia mulai menemukan performa terbaik.
Menurut laporan Sky Sports News, Palace sebenarnya memiliki dua mekanisme untuk mempermanenkan Guessand. Pertama, kewajiban membeli sebesar ยฃ28 juta jika ia mencapai delapan kontribusi gol (gol atau assist) selama masa pinjaman. Kedua, opsi pembelian senilai ยฃ28,5 juta yang dapat dieksekusi kapan saja. Karena cedera menghalanginya mencapai target kontribusi, kedua klausul itu pun kedaluwarsa tanpa digunakan.
Meski demikian, jurnalis Sky Sports James Savundra mengungkapkan bahwa Palace belum sepenuhnya mundur. "Mereka masih sangat mengagumi Guessand, tetapi saat ini prioritas utama adalah memperkuat posisi lain," tulisnya dalam blog langsung. Dengan kata lain, Palace memilih pendekatan wait-and-see, menunggu kemungkinan Aston Villa menurunkan banderol yang saat ini diperkirakan mencapai ยฃ30 juta โ angka yang sama dengan yang dibayarkan Villa kepada Nice tahun lalu.
Keputusan Palace untuk tidak terburu-buru juga dipengaruhi oleh kebutuhan mendesak di sektor lain. Skuad asuhan Pierre Sage masih membutuhkan tambahan di lini belakang dan gelandang tengah sebelum jendela transfer ditutup. Dengan anggaran yang terbatas, mengeluarkan puluhan juta pound untuk Guessand dianggap belum prioritas, terutama jika Villa bersikukuh pada harga tinggi.
Namun, jika Villa bersedia menurunkan permintaan di akhir bursa โ seperti yang sering terjadi pada klub yang perlu menjual pemain โ Palace diprediksi akan kembali bergerak. Hubungan baik antara kedua klub, plus fakta bahwa Guessand sudah terbukti cocok dengan sistem Palace, membuat opsi ini tetap realistis. Bagi Villa, mempertahankan pemain yang jarang dimainkan juga tidak ideal, sehingga negosiasi bisa saja menghangat kembali.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini mengingatkan pada fenomena pemain pinjaman yang gagal dipertahankan karena cedera, seperti yang pernah dialami beberapa pemain Asia di Eropa. Kasus Guessand juga menunjukkan betapa pentingnya manajemen cedera dan klausul kontrak yang fleksibel bagi klub-klub Liga Inggris โ pelajaran yang relevan bagi klub-klub Indonesia yang mulai aktif di bursa pemain asing.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Villa menurunkan harga di menit-menit akhir, atau Palace akan mencari alternatif lain? Dengan waktu yang masih tersisa hingga bursa transfer ditutup, pintu bagi Guessand untuk kembali ke Selhurst Park belum sepenuhnya tertutup.



