James Maddison Kandidat Kapten Baru Tottenham: Saatnya Romero Angkat Kaki?
Baca dalam 60 detik
- Cristian Romero disebut bakal hengkang dari Tottenham setelah Piala Dunia 2026, membuka peluang pergantian kapten.
- James Maddison dinilai sebagai figur ideal menggantikan Romero berkat pengaruh dan kontribusinya meski kerap cedera.
- Pelatih anyar De Zerbi diyakini akan memilih pemimpin baru yang lebih stabil secara emosional dan disiplin.

James Maddison, gelandang serang Tottenham Hotspur senilai £40 juta, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Cristian Romero sebagai kapten klub musim depan. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari perombakan besar yang tengah disiapkan pelatih anyar, Roberto De Zerbi, untuk mengakhiri masa-masa penuh gejolak di London Utara.
Romero, yang membawa Argentina juara Piala Dunia 2022, kini bersiap mempertahankan gelar di edisi 2026. Namun, masa depannya di Tottenham justru berada di ujung tanduk. Catatan disiplin yang buruk—termasuk kartu merah di Old Trafford musim lalu—membuat perannya sebagai kapten dianggap tidak lagi layak. Apalagi, Atletico Madrid dikabarkan siap menampungnya. Dengan kehadiran Marcos Senesi dan Jan Paul van Hecke sebagai pengganti potensial di lini belakang, kepergian Romero seolah tinggal menunggu waktu.
Pilihan untuk mengganti ban kapten bukan tanpa pertimbangan. Micky van de Ven, yang sempat menjadi kandidat, justru menunjukkan kecerobohan serupa dengan kartu merah kontra Crystal Palace. Sementara Conor Gallagher dan Andy Robertson juga disebut sebagai opsi, namun Maddison dinilai memiliki kematangan dan pengaruh yang lebih tepat. Menurut analis Mitch Fretton, pemain berusia 29 tahun itu "pantas menjadi kapten klub" karena karisma dan kemampuannya menjadi juru bicara tim, bahkan saat cedera.
Sejak didatangkan dari Leicester City pada 2023, Maddison telah mencatatkan 37 gol dan assist dalam 78 pertandingan. Musim 2024/25 ia menorehkan 16 kontribusi gol hanya dari 21 starter liga. Meski kerap diganggu cedera, kehadirannya di bangku cadangan saja dinilai memberi dampak positif bagi moral tim. De Zerbi, yang dikenal gemar membangun permainan dari lini tengah, diprediksi akan memanfaatkan visi dan kemampuan Maddison sebagai pengatur tempo.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergeseran kepemimpinan di Tottenham ini menarik untuk dicermati. Klub yang kerap menjadi langganan pemain Timnas Indonesia di masa lalu—seperti Bima Sakti dan Kurniawan—kini menjadi barometer bagi pemain Asia Tenggara yang merumput di Eropa. Keputusan De Zerbi memilih kapten yang lebih tenang dan komunikatif bisa menjadi sinyal bahwa Spurs mengutamakan stabilitas mental, sebuah nilai yang juga penting dalam pengembangan sepak bola nasional.
Kompetisi di lini tengah Tottenham musim depan akan semakin ketat dengan hadirnya Sandro Tonali dan Mateus Fernandes. Namun, Maddison diyakini tetap memiliki peran vital, baik sebagai starter maupun pemimpin di luar lapangan. De Zerbi tampaknya tidak akan ragu memberikan ban kapten kepadanya, meski harus menggeser Romero yang sudah tiga musim memegang ban kapten. Pertanyaannya, akankah langkah ini cukup untuk mengembalikan kejayaan Tottenham yang sempat meredup?



