Afrika Selatan Pesta Tujuh Try, Wales Terus Terpuruk di Nations Championship
Baca dalam 60 detik
- Springboks menang telak 43-0 atas Wales di Durban, memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 11 laga beruntun.
- Kemenangan ini diraih tanpa sejumlah bintang utama, menunjukkan kedalaman skuad juara dunia dua kali.
- Wales gagal mencetak poin dalam dua pertemuan terakhir melawan Afrika Selatan dengan agregat 116-0.

Afrika Selatan kembali menunjukkan dominasinya di pentas rugby internasional setelah melumat Wales 43-0 dalam laga Nations Championship di Stadion Kings Park, Durban, Sabtu (19/7). Kemenangan tujuh try ini sekaligus mempertegas jarak kualitas antara kedua tim yang kian menganga.
Tanpa diperkuat sejumlah pilar utama seperti Siya Kolisi, Cheslin Kolbe, Ox Nche, dan Eben Etzebeth, Springboks tetap tampil perkasa. Pelatih Rassie Erasmus kembali melakukan 10 perubahan pada susunan pemain inti, termasuk memberikan debut kepada Vusi Moyo, fly-half berusia 20 tahun yang menjadi pemain termuda yang mengenakan nomor punggung 10 untuk Afrika Selatan. Moyo sukses menyumbangkan tiga konversi dalam laga perdananya.
Wales, yang kini berada di peringkat 12 dunia, kembali menuai hasil pahit. Mereka tak mampu mencetak satu poin pun dalam dua pertemuan terakhir melawan Springboks. Sebelumnya, Wales menelan kekalahan memalukan 0-73 di Cardiff pada November 2024. Agregat skor dalam dua laga tersebut kini menjadi 116-0.
Jalannya pertandingan sejak awal didominasi tuan rumah. Jasper Wiese membuka keunggulan pada menit ke-10 setelah memanfaatkan tackling lemah Wales. Cobus Reinach kemudian menggandakan skor lewat serangan cepat dari scrum. Menjelang turun minum, Jessie Kriel mencetak try ketiga setelah menerima umpan silang spekulatif dari Moyo.
Di babak kedua, Afrika Selatan semakin tak terbendung. Jaco Williams, yang menjalani debut, mencetak try bonus point pada menit ke-48. Herschel Jantjies, yang baru kembali ke tim nasional setelah tiga tahun, serta Kurt-Lee Arendse dan Paul de Villiers melengkapi pesta try Springboks. Wales sempat memberikan perlawanan dengan tekanan bertubi-tubi, tetapi lini pertahanan Afrika Selatan terlalu kokoh.
Bagi Indonesia, dominasi Afrika Selatan di rugby dunia bisa menjadi pelajaran berharga. Meski rugby belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, perkembangan olahraga ini mulai terlihat dengan munculnya atlet-atlet muda berbakat. Kedalaman skuad dan sistem pembinaan yang solid ala Springboks bisa menjadi acuan bagi Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) untuk membangun tim nasional yang kompetitif di kancah Asia Tenggara.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Wales yang tengah dalam masa transisi. Pelatih Steve Tandy harus segera menemukan formula untuk membangkitkan timnya, terutama dalam hal produktivitas serangan. Dalam 12 laga internasional, Wales hanya mencetak kemenangan atas Italia, Fiji, dan Jepangโtim-tim yang berada di peringkat bawah.
Di sisi lain, Afrika Selatan semakin kokoh di puncak klasemen Nations Championship dengan tiga kemenangan beruntun. Pertanyaan besarnya: mampukah tim asuhan Rassie Erasmus mempertahankan performa ini hingga akhir turnamen, atau justru Wales akan bangkit di pertemuan berikutnya?



