David Willey Bawa Northants ke Final T20 Blast Usai Kalahkan Somerset
Baca dalam 60 detik
- Northamptonshire Steelbacks mengalahkan juara bertahan Somerset dengan selisih 17 run dalam semifinal T20 Blast.
- Kapten David Willey menjadi bintang dengan 3-17 dan aksi lapangan spektakuler yang mengubah momentum pertandingan.
- Kekalahan ini memperpanjang rekor 23 tahun tanpa juara bertahan yang mampu mempertahankan gelar T20 Blast.

Northamptonshire Steelbacks memastikan tempat di final T20 Blast setelah menundukkan juara bertahan Somerset dengan skor 17 run dalam semifinal yang berlangsung di Edgbaston, Sabtu (15/7). Kapten David Willey menjadi motor kebangkitan timnya dengan catatan 3-17 dan aksi lapangan yang brilian.
Somerset, yang telah memenangi dua dari tiga gelar T20 Blast terakhir, tampil dominan di babak pertama setelah berhasil membatasi Northants hanya 143 run berkat penampilan gemilang Jake Ball (4-17). Namun, Steelbacks bangkit dengan performa bowling yang disiplin, dipimpin oleh Willey yang juga mengambil tiga wicket kunci.
Kemenangan ini membawa Northants ke final untuk pertama kalinya sejak 2016, saat mereka keluar sebagai juara. Bagi Somerset, kekalahan ini memperpanjang rekor buruk di mana tidak ada tim yang mampu mempertahankan gelar sejak T20 Blast dimulai pada 2003โsebuah rekor yang kini berusia 23 tahun.
Pertandingan dimulai dengan Somerset yang memenangkan toss dan memilih bowling. Mereka langsung menekan dengan mereduksi Northants menjadi 26-3 dalam lima over pertama. Riley Meredith (3-21) dan Craig Overton (2-33) menjadi algojo bagi tiga batsman teratas Northants. Chris Lynn, yang merupakan pencetak run terbanyak kedua musim ini, mencoba bangkit dengan kemitraan 65 run bersama Saif Zaib (26). Namun, setelah Lynn tersingkir oleh Ball, inning Northants kehilangan momentum dan hanya mampu bertahan hingga 19.2 over.
Menghadapi target 144, Somerset langsung terpukul di awal ketika Tom Bantonโyang dilepas England untuk bermain di Finals Dayโtertangkap di belakang tanpa run pada bola pertama dari Willey. Dua wicket berikutnya jatuh cepat, membuat Somerset terpuruk 12-3 dalam tiga over. Will Smeed kemudian meledak dengan memukul 28 run dalam satu over dari Luke Procter, termasuk empat four dan dua six. Namun, ia gagal mencapai half-century setelah tertangkap oleh Lewis McManus di belakang wicket untuk 49 run.
Momen krusial terjadi pada over ke-18 ketika Willey melakukan aksi lapangan luar biasa. Ia melompat melewati batas lapangan untuk menangkap bola dan melemparkannya kembali ke dalam, memungkinkan Zaib menangkap Craig Overton. Aksi ini menjadi simbol kegigihan Northants di lapangan. Kemenangan dipastikan setelah Daniel Sams (13) dan Meredith tumbang di dua over terakhir, dengan Ben Sanderson (3-28) menjadi penutup yang sempurna.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, pertandingan ini menunjukkan bagaimana tekanan dalam format T20 dapat mengubah jalannya pertandingan secara dramatis. Dengan tidak adanya tim Indonesia di kancah internasional, momen seperti ini bisa menjadi pembelajaran tentang strategi dan ketangguhan mental. Ke depan, final T20 Blast akan menjadi ajang pembuktian bagi Northants untuk mengulang sukses 2016, sementara Somerset harus menunggu setahun lagi untuk mematahkan kutukan juara bertahan.



