Lambert: Celtic Belum Layak Juara Tanpa Belanja Pemain, Tapi Jangan Panik
Baca dalam 60 detik
- Mantan kapten Celtic Paul Lambert menilai skuad saat ini terlalu terbatas untuk mempertahankan gelar Liga Skotlandia.
- Hanya satu pemain anyar yang direkrut pada bursa musim panas, sementara dua target utama batal bergabung dan satu pemain dijual.
- Lambert mendesak investasi 8-10 juta pound untuk infrastruktur rekrutmen agar bisa bersaing di level domestik dan Eropa.

Paul Lambert, mantan kapten Celtic yang pernah membawa klub meraih gelar di era Martin O'Neill, memberikan peringatan keras kepada manajemen: skuad saat ini jauh dari cukup untuk bersaing, baik di kancah domestik maupun Eropa. Meski demikian, ia mengingatkan agar tidak mengambil keputusan gegabah.
Sejauh ini, satu-satunya rekrutan anyar Celtic di bursa musim panas adalah penyerang asal Kolombia, Camilo Duran. Sementara itu, gelandang Alex Oxlade-Chamberlain memperpanjang kontrak setelah sebelumnya hanya terikat kontrak jangka pendek. Namun, dua nama yang sempat dikaitkan dengan kepulangan—Kelechi Iheanacho dan Marcelo Saracchi—dipastikan tidak akan kembali ke Glasgow. Iheanacho memilih bergabung dengan Bursaspor sebagai agen bebas, sedangkan Saracchi melalui media sosial menyatakan bahwa ia dan agennya telah berusaha maksimal untuk kembali, namun gagal.
Celtic juga kehilangan bek tengah asal Jerman, Maik Nawrocki, yang dilepas ke Lens. Dengan kondisi tersebut, Lambert menilai kedalaman skuad sangat terbatas. “Saya melihat Celtic, mereka belum cukup bagus saat ini, belum cukup. Semua orang tahu itu,” ujarnya kepada BBC Radio Scotland's Sportsound. “Mereka akan bersaing, tapi saya rasa mereka tidak cukup kuat untuk memenangkan liga lagi. Masalah sudah terlihat musim lalu, dan tidak akan berubah musim ini.”
Direktur Eksekutif Celtic, Michael Nicholson, sebelumnya mengakui bahwa persaingan dengan klub-klub Premier League dan Championship Inggris membuat proses rekrutmen menjadi sulit. Lambert menambahkan bahwa Championship saat ini sudah setara dengan Premier League sepuluh hingga lima belas tahun lalu dalam hal kekuatan finansial. “Beberapa klub Championship berada di level yang luar biasa,” katanya.
Bagi Lambert, Celtic bukanlah klub pengembangan pemain muda. “Ini klub pemenang yang harus merebut gelar. Anda harus bersaing di domestik dan Eropa. Tidak bisa membeli pemain muda lalu berharap mereka langsung menguasai klub—klub ini terlalu besar dan menuntut. Butuh pemain siap pakai, terutama jika ingin bersaing di Liga Champions.” Ia menekankan bahwa satu-satunya jalan adalah mengeluarkan uang. “Jika tidak belanja, Anda berhenti. Harus ada peningkatan.”
Pernyataan Lambert ini menjadi pengingat bagi Celtic bahwa meskipun dominasi domestik masih mungkin, persaingan di Eropa dan ancaman dari klub-klub Championship yang kaya raya menuntut langkah strategis. Pertanyaan besarnya: akankah manajemen Celtic bergerak cepat di sisa bursa transfer, atau justru mempertahankan pendekatan hati-hati yang bisa membuat mereka tertinggal?



