Gagal Dibajak Orang Tak Dikenal, Bintang Muda Fiorentina Selamat dari Penyanderaan di Istanbul
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Fiorentina, Christ Inao Oulai, nyaris diculik orang yang mengaku perwakilan Trabzonspor saat tiba di Istanbul.
- Pelaku membawa Oulai dan ayahnya dengan mobil, namun agen asli berhasil menghubungi dan menyelamatkannya.
- Insiden ini menunda transfer senilai โฌ30 juta plus bonus ke Fiorentina, yang sudah menyiapkan penerbangan ke Italia.

Gelandang muda Fiorentina, Christ Inao Oulai, selamat dari upaya penculikan di Bandara Istanbul setelah sekelompok orang yang mengaku sebagai perwakilan Trabzonspor membawanya pergi dengan mobil. Peristiwa aneh ini terjadi saat pemain berusia 20 tahun itu baru tiba dari Pantai Gading, tempat ia berlibur usai tampil di Piala Dunia 2026.
Menurut pengamat transfer Yagiz Sabuncuoglu, Oulai dan ayahnya disambut oleh orang-orang yang menyamar sebagai staf Trabzonspor. Mereka kemudian dibawa ke dalam mobil dan diberi tahu bahwa ada klub lain yang berminat serta diminta meninjau kontrak. Namun, petinggi asli Trabzonspor tidak dapat menemukan Oulai dan sempat kesulitan menghubunginya, sebelum akhirnya berhasil menelepon dan membawanya kembali.
Fiorentina sebelumnya dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan klub Turki tersebut senilai โฌ30 juta plus bonus. Kesepakatan personal dengan pemain menjadi satu-satunya yang tersisa. Penerbangan yang disiapkan untuk membawa Oulai ke Italia pada hari yang sama pun dibatalkan setelah insiden ini.
Belum jelas identitas para pelaku yang hampir menculik pemain timnas Pantai Gading itu. Otoritas setempat belum memberikan pernyataan resmi. Insiden ini menambah daftar panjang kasus penculikan atau percobaan penculikan yang melibatkan pesepak bola di Turki, yang kerap menjadi korban kejahatan terorganisir.
Bagi sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan pemain, terutama saat melakukan perjalanan internasional. Klub-klub Indonesia yang kerap merekrut pemain asing dari luar negeri perlu memastikan prosedur penjemputan dan akomodasi yang ketat untuk menghindari insiden serupa. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) juga dapat mengambil pelajaran untuk meningkatkan perlindungan bagi pemain timnas yang bepergian ke luar negeri.
Ke depan, transfer Oulai ke Fiorentina terancam batal jika situasi keamanan tidak segera terklarifikasi. Apakah klub Italia akan tetap melanjutkan negosiasi atau justru mundur karena insiden ini? Yang jelas, pengalaman traumatis ini bisa memengaruhi keputusan sang pemain untuk hijrah ke Eropa.



