Trincao Tahan Tawaran Al-Ahli Demi Nantikan Langkah Tottenham
Baca dalam 60 detik
- Winger Sporting CP, Francisco Trincao, menunda kepindahan ke Al-Ahli karena masih berharap ada tawaran dari Tottenham atau Manchester City.
- Sporting telah menyepakati nilai transfer sekitar £39 juta dengan klub Saudi, namun keputusan akhir ada di tangan pemain asal Portugal tersebut.
- Trincao lebih memilih bertahan di Eropa, terutama Premier League, meski Al-Ahli siap memberikan kontrak dengan gaji £162.000 per pekan.

Francisco Trincao, winger Sporting CP yang sempat memperkuat Wolverhampton Wanderers, dilaporkan menunda kepindahan ke klub Saudi Al-Ahli karena masih menanti tawaran dari Tottenham Hotspur atau Manchester City. Situasi ini membuka peluang bagi kedua klub Premier League untuk merebut pemain berusia 24 tahun yang tengah dalam performa terbaiknya.
Menurut laporan harian Portugal Record, Sporting telah mencapai kesepakatan dengan Al-Ahli senilai sekitar £39 juta. Klub Saudi itu juga siap memberikan kontrak jangka panjang dengan gaji mencapai £162.000 per pekan. Namun, Trincao belum memberikan lampu hijau karena ia berharap ada tawaran dari klub Eropa, khususnya Premier League. Tottenham dan Manchester City disebut sebagai dua klub yang ia yakini masih bisa bergerak sebelum jendela transfer ditutup.
Trincao memulai karier di akademi Braga sebelum pindah ke Barcelona dengan biaya besar. Namun, ia gagal bersinar di Spanyol dan masa pinjamannya di Wolves juga tidak konsisten. Setelah bergabung secara permanen dengan Sporting, ia berhasil menemukan kembali kepercayaan dirinya. Catatannya bersama Sporting cukup impresif: 47 gol dan 51 assist dalam hampir 210 pertandingan di Primeira Liga. Ia kini menjadi pemain reguler di skuad Portugal dan dikenal sebagai winger yang kreatif, memiliki naluri mencetak gol, serta mampu bermain di kedua sisi sayap.
Bagi Tottenham, Trincao menawarkan opsi tambahan di lini depan. Ia dapat meningkatkan persaingan di area sayap dan memberikan kreativitas serta etos kerja yang dibutuhkan dalam skuat yang berlaga di beberapa kompetisi. Usianya yang masih 24 tahun juga memberi ruang untuk pengembangan lebih lanjut. Namun, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa Spurs telah membuka pembicaraan formal dengan Sporting. Situasi ini tampaknya bergantung pada apakah Tottenham akan mengubah kekaguman yang sudah lama terpendam menjadi tawaran nyata sebelum Trincao mengambil keputusan final.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana pemain Eropa masih enggan hijrah ke Arab Saudi meski digoda gaji selangit. Trincao yang sempat gagal di Wolves kini menjelma menjadi pemain matang dan menjadi rebutan. Jika Tottenham berhasil mendatangkannya, ini bisa menjadi sinyal bahwa Spurs serius membangun skuat muda berbakat di bawah arahan Ange Postecoglou. Namun, persaingan dengan Manchester City yang juga tengah memburu winger baru, termasuk Savinho, membuat situasi semakin rumit.
Ke depan, keputusan Trincao akan menjadi indikator tren perpindahan pemain dari Eropa ke Liga Saudi. Apakah ia akan memilih tantangan di Premier League atau tergiur dengan tawaran finansial yang menggiurkan? Jendela transfer musim panas ini masih menyisakan waktu bagi Tottenham untuk bergerak, dan Trincao tampaknya bersedia menunggu hingga detik terakhir.



