Everton Memimpin Perburuan Bek Sayap Genoa, Arsenal Kebagian Jatah
Baca dalam 60 detik
- Everton menjadi kandidat terkuat untuk mendatangkan Brooke Norton-Cuffy dari Genoa, dengan nilai transfer diperkirakan mencapai €20 juta.
- Bek kanan 22 tahun itu belum pernah tampil di Premier League, tetapi sudah mengoleksi 41 penampilan di Serie A bersama Genoa.
- Arsenal, klub yang membesarkan Norton-Cuffy, akan mendapatkan bagian dari biaya transfer berkat klausul penjualan kembali.

Klub Liga Inggris Everton dilaporkan berada di posisi terdepan untuk merekrut bek kanan Genoa, Brooke Norton-Cuffy, dalam bursa transfer musim panas mendatang. Nilai transfer pemain berusia 22 tahun itu diperkirakan mencapai €20 juta, dan Arsenal—klub yang membesarkannya—berhak atas sebagian dari dana tersebut.
Norton-Cuffy, yang merupakan produk akademi Arsenal, bergabung dengan Genoa pada musim panas 2024 dengan biaya awal €2 juta, ditambah €2 juta bonus potensial. Dalam kontraknya, Arsenal juga menyertakan klausul penjualan kembali (sell-on clause) yang membuat mereka mendapat keuntungan jika pemain tersebut dijual. Kini, dengan nilai transfer yang melonjak sepuluh kali lipat, Arsenal dipastikan akan menerima bagian yang signifikan.
Everton disebut-sebut mengungguli Fulham dan Brentford dalam perburuan tanda tangan Norton-Cuffy. Klub asal Merseyside itu tengah membangun kembali skuad di bawah arahan pelatih anyar dan membutuhkan tambahan tenaga di posisi bek kanan. Meski demikian, Inter Milan sempat dikaitkan dengan pemain ini sebagai calon pengganti Denzel Dumfries, namun peluang kembali ke Inggris tampaknya lebih realistis.
Menurut laporan Tuttomercatoweb dan TEAMtalk, Everton menjadi klub yang paling agresif dalam negosiasi. Tuttosport menambahkan bahwa Genoa mematok harga sekitar €20 juta untuk pemain yang pernah memperkuat timnas Inggris U-21 tersebut. Angka ini dianggap wajar mengingat performa konsisten Norton-Cuffy di Serie A.
Uniknya, Norton-Cuffy belum pernah sekalipun tampil di Premier League sepanjang kariernya. Ia justru mengasah kemampuan di divisi bawah Inggris melalui masa peminjaman di Lincoln City, Rotherham United, Coventry City, dan Millwall, sebelum akhirnya menembus tim utama Genoa. Di Italia, ia telah mencatatkan 41 penampilan di Serie A dengan kontribusi dua gol dan satu assist.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Norton-Cuffy menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana pemain muda Inggris bisa mengembangkan karier di luar negeri sebelum kembali ke Premier League. Fenomena ini mirip dengan beberapa pemain Asia yang merintis karier di Eropa sebelum akhirnya merumput di liga top. Jika transfer ini terealisasi, Norton-Cuffy akan menjadi contoh lain bahwa jalur non-tradisional—melalui Serie A—dapat menjadi batu loncatan menuju Premier League.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Everton mampu mempertahankan performa dan bersaing di papan atas Liga Inggris setelah mendatangkan pemain-pemain potensial seperti Norton-Cuffy. Sementara itu, Arsenal akan memantau perkembangan ini dengan saksama, mengingat mereka memiliki kepentingan finansial dalam setiap langkah karier sang pemain.



