Jersey Pele di Final Piala Dunia 1958 Laku Rp71 Miliar, Jadi Koleksi Termahal Kedua
Baca dalam 60 detik
- Kaum kolektor memperebutkan jersey legendaris Pele hingga 10 tawaran dalam lelang Sotheby's di New York.
- Nilai jualnya melonjak 46 kali lipat dibanding harga saat pertama kali dilelang pada 2004.
- Prestasi ini menegaskan status Pele sebagai ikon global yang memorabilianya terus naik kelas investasi.

Jersey yang dikenakan Pele saat membawa Brasil juara Piala Dunia 1958 terjual seharga 4,9 juta dolar AS atau sekitar Rp71 miliar dalam lelang Sotheby's bertajuk "The Beautiful Game Auction" di New York. Angka tersebut menjadikannya seragam sepak bola termahal kedua yang pernah dilelang, hanya kalah dari jersey Diego Maradona yang dipakai saat gol "Tangan Tuhan" pada 1986.
Lelang yang berlangsung Kamis lalu itu menarik minat lebih dari lima kolektor dengan total sepuluh tawaran. Brendan Hawkes, Kepala Strategi dan Pengembangan Olahraga Sotheby's, menyebut hasil ini sebagai bukti kuat warisan abadi salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa. "Jersey ini bukan sekadar pengingat momen penting dalam sejarah sepak bola, tetapi juga terhubung langsung dengan titik balik yang melambungkan Pele menjadi ikon global," ujarnya.
Menariknya, jersey yang sama pernah dilelang pada 2004 dengan harga hanya 105.600 dolar AS. Artinya, dalam dua dekade nilainya meroket lebih dari 46 kali lipat. Fenomena ini menunjukkan bagaimana memorabilia olahraga kelas atas kini dipandang sebagai aset investasi yang terus menguat, seiring dengan langkanya barang dan besarnya basis penggemar global.
Pele masih menjadi pemain termuda yang mencetak gol di final Piala Dunia. Saat itu usianya baru 17 tahun, dan ia menyumbang dua gol ke gawang Swedia pada menit ke-55 dan 90. Kemenangan tersebut menjadi titel pertama dari tiga Piala Dunia yang diraihnya sepanjang karier.
Selain jersey Pele, lelang tersebut juga mencatatkan penjualan barang berharga lain. Ban kapten yang dikenakan Maradona saat Piala Dunia 1986, termasuk ketika mencetak gol kontroversial ke gawang Inggris, laku 512.000 dolar AS. Sementara itu, jersey Lionel Messi saat Barcelona membalikkan keadaan melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions 2017 terjual 217.600 dolar AS, dan jersey David Beckham dari laga ke-50 bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2002 dibanderol 51.200 dolar AS.
Bagi pasar kolektor di Indonesia, tren ini membuka peluang baru. Meski belum ada lelang memorabilia sepak bola berskala besar di dalam negeri, minat terhadap barang antik olahraga mulai tumbuh seiring dengan meningkatnya kesadaran akan nilai investasi dan nostalgia. Beberapa kolektor lokal bahkan mulai melirik jersey pemain tim nasional era 1990-an sebagai alternatif yang lebih terjangkau.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah memorabilia pemain aktif seperti Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo mampu melampaui rekor Pele dan Maradona. Dengan semakin besarnya industri sepak bola dan basis penggemar digital, bukan tidak mungkin rekor baru akan tercipta dalam satu dekade mendatang.



