Janji Pramono Revitalisasi Masjid JIC: Proyek Mangkrak Empat Tahun Segera Digarap
Baca dalam 60 detik
- Calon gubernur Jakarta Pramono Anung berkomitmen merevitalisasi Masjid Jakarta Islamic Centre yang terbengkalai sejak 2022.
- Proyek revitalisasi ditargetkan rampung dalam dua tahun, mencakup perbaikan fasilitas dan penambahan kapasitas.
- Warga Jakarta Utara menyambut positif janji tersebut, berharap masjid terbesar di kawasan itu kembali berfungsi optimal.

Calon Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) di Koja, Jakarta Utara, yang telah mangkrak selama empat tahun terakhir. Janji ini disampaikan dalam kunjungannya ke lokasi pada Rabu, 16 Juli 2026, menyusul keluhan warga yang menginginkan tempat ibadah terbesar di kawasan itu segera difungsikan kembali secara layak.
Masjid JIC, yang semula dirancang sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial terpadu, terbengkalai sejak 2022 akibat masalah pendanaan dan administrasi. Bangunan seluas 5 hektare itu kini tampak tidak terawat, dengan sejumlah fasilitas rusak dan area publik yang tidak terpakai. Padahal, menurut data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jakarta, masjid ini mampu menampung hingga 15.000 jemaah dan menjadi salah satu ikon religi di ibu kota.
Pramono menyebut revitalisasi akan mencakup perbaikan struktur bangunan, pembenahan sistem utilitas, serta penambahan ruang serbaguna untuk kegiatan masyarakat. Proyek ini ditargetkan selesai dalam dua tahun ke depan dengan anggaran yang bersumber dari APBD dan kemitraan swasta. "Kami ingin Masjid JIC kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan yang representatif dan nyaman bagi warga," ujar Pramono dalam keterangannya.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Seorang pengurus masjid setempat, Ahmad Fauzi, mengungkapkan bahwa selama ini jemaah terpaksa menggunakan area terbatas karena sebagian besar ruang tidak layak pakai. "Kami berharap revitalisasi segera dimulai, karena masjid ini sangat dibutuhkan untuk kegiatan ibadah dan sosial," katanya. Namun, ia juga mengingatkan agar prosesnya transparan dan tepat waktu, mengingat proyek serupa di masa lalu kerap molor.
Pengamat tata kota Universitas Indonesia, Yayat Supriatna, menilai revitalisasi Masjid JIC bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga harus diintegrasikan dengan rencana pengembangan kawasan Jakarta Utara. "Masjid ini bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial jika dikelola dengan baik. Pemerintah perlu memastikan ada program pemberdayaan masyarakat di sekitarnya," ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan agar proyek tidak kembali terbengkalai.
Ke depan, keberhasilan revitalisasi Masjid JIC akan menjadi salah satu indikator komitmen Pramono dalam menangani aset publik yang mangkrak. Warga berharap janji ini tidak sekadar retorika politik, tetapi benar-benar diwujudkan dengan aksi nyata. Apakah proyek ini akan rampung sesuai jadwal, atau kembali terhambat seperti sebelumnya?



