Rekan Setim Buka Suara: Udinese Desak Zaniolo Segera Teken Kontrak
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Udinese Keinan Davis secara terbuka meminta Nicolò Zaniolo kembali ke tim di tengah kebuntuan negosiasi kontrak.
- Zaniolo menolak menandatangani perpanjangan kontrak karena sengketa soal porsi gaji yang dikaitkan dengan bonus, dan ia absen dari latihan.
- Klub-klub besar Italia seperti Milan, Juventus, dan Lazio siap memanfaatkan situasi jika Udinese gagal mempertahankan pemain bintangnya.

Udinese masih berupaya keras menyelesaikan kisruh kontrak yang melibatkan Nicolò Zaniolo. Kini, rekan setimnya, Keinan Davis, angkat bicara dan secara terbuka mendesak sang pemain untuk kembali bergabung dengan skuad. Dalam acara peluncuran jersey kandang baru klub, Davis menegaskan bahwa seluruh pemain ingin melihat Zaniolo kembali memperkuat tim.
“Nico adalah pemain yang sangat kuat. Tentu kami semua menginginkannya bersama kami sekarang. Kami semua menyayanginya, tetapi tim ini kuat dan banyak pemain musim lalu masih di sini. Saya ulangi, tim ini kuat. Namun jelas dengan Nico, tim akan lebih kuat lagi, dan kami berharap segera melihatnya di sini,” ujar Davis, seperti dikutip TuttoMercatoWeb.
Pernyataan Davis ini muncul di tengah kebuntuan negosiasi antara Zaniolo dan manajemen Udinese. Pada Juni lalu, klub Friuli itu telah mengaktifkan opsi pembelian permanen Zaniolo dari Galatasaray setelah ia tampil impresif dengan torehan lima gol dan lima assist. Namun, pemain berusia 25 tahun itu belum juga membubuhkan tanda tangan pada kontrak barunya. Sumber internal menyebutkan bahwa perselisihan berpusat pada besaran gaji yang dikaitkan dengan target bonus.
Akibatnya, Zaniolo memilih absen dari sesi latihan pramusim. Situasi ini langsung menarik perhatian sejumlah klub besar Serie A. AC Milan, Juventus, dan Lazio dikabarkan terus memantau perkembangan negosiasi dan siap bergerak jika Udinese gagal mempertahankan pemain bintangnya.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, saga Zaniolo ini menarik untuk diikuti karena ia adalah salah satu talenta muda Italia yang sempat dianggap sebagai calon bintang masa depan. Cedera panjang sempat menghambat kariernya, namun musim lalu ia mulai bangkit. Jika akhirnya hengkang ke klub besar, hal itu bisa menjadi sinyal bahwa Serie A masih menjadi liga yang kompetitif dalam mempertahankan pemain bintangnya.
Di sisi lain, Davis sendiri memilih untuk tetap fokus pada aspek positif pramusim. “Senang bisa kembali berlatih, kami bekerja keras dan memiliki kelompok yang baik. Ini tahun ketiga bersama Runjaic dan hubungan kami semakin membaik. Saya tidak sabar untuk meningkatkan diri, dan jika kami tetap bersatu, kami bisa lebih baik dari musim lalu di klasemen,” katanya.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Udinese mampu meyakinkan Zaniolo untuk meneken kontrak, atau justru klub-klub besar Italia yang akan memanfaatkan celah ini? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan tidak hanya masa depan sang pemain, tetapi juga ambisi Udinese di musim baru.



