Cedera Lutut Thuram Dorong Juventus Percepat Negosiasi dengan Kessié
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Juventus Khephren Thuram harus absen total selama pramusim karena sindrom patellofemoral, membuka peluang bagi Franck Kessié untuk bergabung sebagai agen bebas.
- Kessié, yang hengkang dari Al-Ahli, meminta gaji antara 5-6 juta euro per tahun plus bonus besar, sementara Juventus berharap ia menurunkan tuntutan finansialnya.
- Jika kesepakatan tercapai, Kessié akan menjadi tambahan signifikan di lini tengah Juventus yang tengah dibangun ulang, namun negosiasi masih berlangsung alot.

Krisis cedera di lini tengah Juventus memaksa klub asal Turin itu mempercepat langkah di bursa transfer. Gelandang muda Khephren Thuram dipastikan melewatkan seluruh rangkaian pramusim akibat masalah lutut yang kronis, mendorong Bianconeri untuk mengamankan jasa Franck Kessié yang saat ini berstatus bebas transfer.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, negosiasi antara Juventus dan kubu Kessié telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Pemain asal Pantai Gading itu menolak perpanjangan kontrak bersama Al-Ahli dan kini menjadi incaran sejumlah klub Eropa. Namun, Juventus disebut enggan memenuhi tuntutan gaji sang pemain yang mencapai 5-6 juta euro per musim, ditambah bonus penandatanganan yang tidak sedikit.
Kessié, yang sebelumnya membela AC Milan dan menjadi andalan di lini tengah, dikabarkan tertarik bergabung dengan Juventus. Namun, perbedaan angka antara permintaan pemain dan kesediaan klub masih menjadi ganjalan. Juventus berharap pemain berusia 29 tahun itu bersedia menurunkan ekspektasi finansialnya demi bisa berseragam hitam-putih.
Thuram, yang baru bergabung dari Nice pada musim panas lalu, mengalami sindrom patellofemoral—kondisi nyeri pada tempurung lutut yang memerlukan penanganan khusus. Ia akan menjalani program latihan terpisah sepanjang pramusim dan ditargetkan pulih pada September. Absennya Thuram membuat pelatih Thiago Motta kehilangan satu opsi penting di lini tengah, sehingga perekrutan gelandang baru menjadi mendesak.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Juventus mendekati Kessié menunjukkan ambisi klub untuk tetap kompetitif di Serie A dan Eropa. Kessié, yang pernah menjadi pilar AC Milan saat meraih scudetto 2021-2022, dianggap memiliki pengalaman dan fisik yang dibutuhkan. Namun, gaji tinggi yang diminta bisa menjadi batu sandungan, mengingat Juventus tengah berupaya menyeimbangkan keuangan setelah beberapa musim mengalami defisit.
Di sisi lain, keputusan Kessié untuk menolak perpanjangan kontrak di Al-Ahli mengindikasikan keinginannya kembali ke panggung sepak bola Eropa. Ia sempat dikaitkan dengan klub-klub Premier League, tetapi ketertarikannya pada Juventus bisa menjadi faktor penentu. Negosiasi diperkirakan akan berlangsung intens dalam beberapa hari ke depan, dengan Juventus berharap ada titik temu sebelum pramusim berakhir.
Jika transfer ini gagal, Juventus mungkin harus mencari alternatif lain di bursa transfer, termasuk opsi pemain muda atau pinjaman. Namun, dengan Thuram yang masih cedera, tekanan untuk segera mendapatkan gelandang baru semakin besar. Pertanyaannya, akankah Kessié bersedia menurunkan tuntutan demi kembali berseragam hitam-putih?



