Detry Pimpin Sementara di British Open, Scheffler Tunjukkan Tajinya
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Belgia Thomas Detry memuncaki klasemen sementara putaran pertama British Open ke-154 dengan skor 67 pukulan, tiga di bawah par.
- Scottie Scheffler, juara bertahan, memulai dengan gemilang dan sempat unggul empat pukulan setelah enam hole pertama.
- Kondisi cuaca panas di Inggris membuat lapangan Royal Birkdale menjadi keras dan cepat, menantang para peserta.

Pegolf Belgia, Thomas Detry, menempati posisi terdepan di klubhouse pada putaran pertama British Open ke-154 yang berlangsung di Royal Birkdale, Inggris, Kamis (16/7). Dengan skor 67 pukulan atau tiga di bawah par, Detry memanfaatkan kondisi cuaca cerah untuk menorehkan empat birdie dan hanya satu bogey.
Detry, yang memulai dari grup pertama, tampil konsisten di bawah sinar matahari yang bersinar terang. Ia menjadi sorotan awal karena mampu menjaga ritme permainan di tengah tekanan turnamen mayor. Namun, perhatian publik juga tertuju pada Scottie Scheffler, pegolf nomor satu dunia asal Amerika Serikat, yang menunjukkan performa luar biasa di enam hole pertama dengan empat pukulan di bawah par. Scheffler berambisi menjadi pegolf pertama sejak Padraig Harrington pada 2008 yang berhasil mempertahankan gelar juara British Open.
Scheffler bermain bersama rekan senegaranya, Bryson DeChambeau, yang juga mencatat beberapa birdie awal. Sementara itu, Tommy Fleetwood, favorit tuan rumah, mendapat dukungan penuh dari penonton dan berada satu pukulan di bawah par di awal putaran. Rory McIlroy, pegolf nomor dua dunia asal Irlandia Utara, akan memulai perjuangannya pada sore hari bersama juara 2024 Xander Schauffele dan Matt Fitzpatrick. McIlroy memburu gelar mayor ketujuh, sementara satu-satunya kemenangan Open diraihnya 12 tahun lalu di Royal Liverpool.
Kondisi lapangan Royal Birkdale menjadi tantangan tersendiri. Gelombang panas yang melanda Inggris membuat fairways menjadi keras dan cepat, sehingga bola bergulir lebih jauh. Hal ini membutuhkan strategi pukulan yang tepat, terutama dalam mengontrol jarak. Para pegolf harus beradaptasi dengan cepat untuk menghindari kesalahan yang bisa berakibat fatal.
Bagi penggemar golf di Indonesia, British Open selalu menjadi tontonan menarik karena menampilkan persaingan para pegolf elite dunia. Meskipun belum ada pegolf Indonesia yang berlaga, turnamen ini memberikan gambaran tentang standar tertinggi olahraga golf. Momen seperti ini juga bisa menjadi inspirasi bagi pegolf muda Tanah Air untuk terus mengasah kemampuan.
Dengan masih banyaknya putaran tersisa, persaingan diprediksi akan semakin ketat. Apakah Detry mampu mempertahankan performanya, atau Scheffler akan kembali menunjukkan dominasinya? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



