Wales Tampil Tanpa Rasa Takut Hadapi Afrika Selatan di Durban
Baca dalam 60 detik
- Kapten Dewi Lake dinyatakan fit setelah cedera dan akan memimpin Wales melawan juara dunia Afrika Selatan di Nations Championship.
- Pelatih Steve Tandy melakukan enam perubahan starting line-up, memberi kesempatan pada pemain seperti Tommy Reffell yang kembali setelah setahun absen.
- Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Wales yang hanya menang tiga dari 11 laga musim ini, melawan tim yang pernah menghajar mereka 73-0.

Wales mempertahankan kapten Dewi Lake dalam susunan pemain inti saat mereka bersiap menghadapi Afrika Selatan dalam laga Nations Championship di Stadion Kings Park, Durban, Sabtu (19/7). Keputusan ini diambil setelah sang hooker mengalami cedera pada pertandingan pekan lalu melawan Argentina, namun ia dinyatakan pulih setelah menjalani dua sesi latihan penuh.
Pelatih Steve Tandy melakukan enam perubahan dari tim yang kalah 35-21 dari Argentina di San Juan. Louis Rees-Zammit kembali mengisi pos sayap, sementara Ben Thomas dan Max Llewellyn menjadi duet baru di lini tengah. Dan Edwards akan memulai sebagai fly-half, dengan Teddy Williams dan Alex Mann masing-masing mengisi posisi lock dan flanker. Perubahan ini, menurut Tandy, adalah bagian dari penyegaran tim setelah perjalanan panjang dan jadwal padat di akhir musim.
Di sisi lain, Afrika Selatan datang dengan kekuatan penuh. Pelatih Rassie Erasmus hanya melakukan sedikit perubahan dari tim yang mengalahkan Wales 73-0 di Cardiff pada November lalu. Dengan skuad yang sarat pengalaman dan kedalaman pemain yang luar biasa, Springboks tetap menjadi favorit kuat. Tandy sendiri mengakui tantangan ini, menyebut Afrika Selatan sebagai "tim paling fisik di dunia" dan "kesempatan besar untuk menguji diri melawan yang terbaik".
Keputusan Tandy untuk menurunkan Tommy Reffell sebagai pemain pengganti menjadi sorotan. Flanker Leicester itu sebelumnya absen dalam dua kampanye terakhir dan akan tampil perdana di bawah kepemimpinan Tandy. Sementara itu, lock Freddie Thomas dipanggil mendadak dari Inggris setelah cedera menimpa Ben Carter dan Taine Plumtree. Thomas baru tiba di Afrika Selatan dua hari lalu dan langsung masuk dalam skuad 23 pemain.
Bagi penggemar rugbi di Indonesia, laga ini menawarkan tontonan kelas dunia. Meski jarang disiarkan langsung di televisi nasional, pertandingan semacam ini bisa diakses melalui platform streaming berbayar atau kanal digital seperti BBC iPlayer dan S4C. Ketertarikan terhadap rugbi di Indonesia memang masih terbatas, namun ajang Nations Championship โ yang merupakan turnamen baru pengganti Piala Musim Panas โ mulai menarik perhatian komunitas olahraga di tanah air, terutama karena formatnya yang melibatkan tim-tim elite dari belahan bumi selatan dan utara.
Dari sisi taktik, Wales perlu memperbaiki pertahanan yang bocor. Dalam laga melawan Argentina, mereka kebobolan lima percobaan. Tandy menekankan pentingnya "ketangguhan fisik" dan "menampilkan permainan sendiri" untuk bisa bersaing. Sementara itu, Afrika Selatan kemungkinan akan mengandalkan kekuatan scrum dan maul, dua area yang menjadi kelemahan Wales musim ini. Dengan kembalinya pemain seperti Jac Morgan dan Aaron Wainwright di lini belakang, Wales berharap bisa memberikan perlawanan sengit.
Pertandingan ini juga menjadi penutup musim bagi Wales. Hasil positif akan menjadi modal berharga menjelang musim depan, sementara kekalahan telak bisa memicu evaluasi besar-besaran. Mampukah Wales bangkit dari keterpurukan, atau akankah Afrika Selatan kembali menunjukkan dominasinya? Laga di Durban akan menjadi jawabannya.



