KPK Bongkar 'Safe House' Bupati Sukoharjo di Solo, Sita Dua Koper
Baca dalam 60 detik
- Tim penyidik KPK menggeledah rumah yang diduga sebagai tempat persembunyian Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Laweyan, Solo, selama 1,5 jam dan membawa dua koper.
- Rumah tersebut merupakan milik orang tua Etik dan saat ini dihuni oleh adiknya, namun diduga digunakan untuk menyimpan barang bukti terkait dugaan pemerasan.
- Etik telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lain dalam kasus dugaan penerimaan setoran upah pungut senilai Rp2,93 miliar selama periode 2021-2026.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sebuah rumah yang diduga sebagai tempat persembunyian Bupati Sukoharjo Etik Suryani di kawasan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/7). Penggeledahan berlangsung sekitar 1,5 jam dan berujung pada penyitaan dua koper berwarna hitam yang langsung dibawa petugas.
Rumah yang beralamat di Jalan Jagalan RT 02/RW 05, Kelurahan Bumi tersebut diketahui milik orang tua Etik. Menurut keterangan warga berinisial E, rumah itu selama ini dihuni oleh adik Etik bernama Erwan. Namun, semasa kecil Etik pernah tinggal di sana. Kehadiran tim KPK yang datang sekitar pukul 09.30 WIB bersama aparat kepolisian langsung menuju kediaman tersebut tanpa banyak diketahui warga sekitar.
Penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Etik. Sebelumnya, KPK menangkap Etik dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada awal Juli lalu. Ia diduga memeras perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dengan memungut upah dari berbagai proyek dan kegiatan.
Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan bahwa selama periode 2021-2026, Etik menerima total setoran upah pungut sebesar Rp2,93 miliar. Uang tersebut diduga berasal dari pemerasan terhadap kepala dinas dan pejabat lain di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Modusnya, Etik meminta setoran rutin sebagai imbalan atas kelancaran anggaran atau proyek.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan kepala daerah yang baru menjabat periode kedua. Etik Suryani sebelumnya dikenal sebagai bupati yang cukup vokal dalam isu antikorupsi. Kini, ia justru terjerat kasus serupa. Penggeledahan safe house ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana jaringan korupsi di Sukoharjo dan apakah ada pihak lain yang terlibat.
KPK masih terus mendalami aliran dana dan kemungkinan adanya aset lain yang disembunyikan. Dua koper yang disita diduga berisi dokumen dan barang bukti penting yang dapat mengungkap lebih banyak fakta. Publik menanti apakah pengembangan kasus ini akan menjerat lebih banyak pejabat atau bahkan pihak swasta yang ikut menikmati aliran uang haram tersebut.



