Fajar Novario Buktikan Talenta Daerah Menang di Ajang Nasional
Baca dalam 60 detik
- Fajar Novario, desainer asal Padang, memenangkan sayembara logo HUT ke-81 RI dengan konsep 'Kolektif, Sinergi, Bertumbuh'.
- Kemenangan ini menandai pergeseran dominasi desainer dari Pulau Jawa, membuka peluang bagi kreator daerah untuk bersaing di proyek nasional.
- Fajar mendorong pemerintah daerah lebih aktif memberdayakan desainer lokal agar tidak bergantung pada kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

Fajar Novario, desainer grafis asal Padang, Sumatera Barat, keluar sebagai pemenang sayembara desain logo peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Kemenangan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga simbol kebangkitan talenta kreatif dari luar Pulau Jawa yang selama ini jarang menembus proyek berskala nasional.
Pria berusia 27 tahun yang menakhodai Auman Design Bureau bersama timnya itu berhasil mengungguli empat finalis lain dari berbagai daerah. Logo karyanya mengusung tema "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh", yang dinilai mewakili semangat gotong royong dan perkembangan Indonesia. Dalam pemungutan suara publik yang berlangsung lima hari, logo Fajar meraih 44,73 persen dari total 68.569 suara yang masuk.
Fajar mengaku tidak menyangka bisa memenangkan kompetisi bergengsi tersebut. Bahkan, saat masuk dalam lima besar dan mengikuti jajak pendapat publik, ia dan timnya sudah menganggapnya sebagai pencapaian besar. "Kami merasa ini istimewa karena selama ini pemenang atau finalis kompetisi desain nasional lebih banyak berasal dari Jakarta dan Bandung. Kami salah satu yang dari luar Jawa," ujarnya, Rabu (15/7), dikutip dari Antara.
Menurut Fajar, kemenangannya selaras dengan visi Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) untuk memeratakan ekosistem desain grafis di seluruh nusantara. Ia berharap prestasi ini bisa memotivasi desainer daerah lain untuk lebih percaya diri mengikuti kompetisi serupa. "Pede aja, yang penting apa yang kita berikan berkontribusi ke ekosistem desain ini," katanya.
Fajar juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaring dan memberdayakan desainer lokal. Menurutnya, banyak talenta di daerah yang belum terlihat karena kurangnya wadah dan kesempatan. "Jangan sampai pemerintah daerah ingin membuat logo harus merekrut dari Jakarta atau Bandung, padahal di daerah sendiri ada yang mampu," tegas lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Padang itu.
Proses seleksi sayembara ini cukup ketat, meliputi kurasi portofolio, wawancara, pendampingan intensif selama empat minggu, dan diakhiri dengan pemungutan suara publik. Empat finalis lainnya adalah David Wirawan P asal Surakarta dengan konsep "8 Harapan, 1 Tujuan", Kanda Putra dari Denpasar dengan "Kemanusiaan yang Terhubung", Rizkiawan dari Malang dengan "Berdaya, Setara, Sinergi Bersama", dan Tiffany Djohan dari Batam dengan "Demokrasi dan Kemandirian".
Kemenangan Fajar diharapkan menjadi titik balik bagi industri desain grafis Indonesia, di mana talenta dari berbagai daerah mulai mendapat pengakuan setara. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah pemerintah daerah dan pusat akan konsisten memberikan ruang bagi desainer lokal, atau justru kembali ke pola lama yang terpusat di Jawa?



