Gibran Blusukan ke Lampung, Janji Prioritaskan Perbaikan Jalan yang Rusak
Baca dalam 60 detik
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima keluhan utama warga Lampung soal infrastruktur jalan rusak saat kunjungan kerja.
- Gibran menegaskan perlunya kolaborasi pusat-daerah tanpa saling menyalahkan, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
- Kunjungan berlanjut ke Sumatera Selatan untuk meninjau rumah sakit, jembatan, dan fasilitas pengolahan sampah.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengakui bahwa setiap kali menginjakkan kaki di Lampung, keluhan tentang jalan rusak selalu menjadi topik utama yang disampaikan masyarakat. Dalam kunjungan kerja ke Dusun III, Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur, Rabu (15/7/2026), Gibran berdialog langsung dengan warga dan petani, menyerap aspirasi yang akan dibawanya ke pemerintah pusat.
"Saya kalau ke Lampung pasti keluhannya itu, jalan. Nanti masalah infrastruktur, masalah singkong dan lain-lain, kami konsultasikan lagi ke pimpinan ya, biar mendapatkan atensi khusus untuk Lampung ini," ujar Gibran seperti dikutip dari detikSumbagsel. Pernyataan ini menegaskan bahwa persoalan infrastruktur menjadi hambatan utama bagi mobilitas dan roda ekonomi di provinsi tersebut.
Gibran menekankan bahwa perbaikan jalan tidak boleh menjadi ajang saling lempar tanggung jawab antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pusat. Menurutnya, masing-masing daerah memiliki keterbatasan anggaran dan fiskal, sehingga intervensi pusat mutlak diperlukan. "Masalah jalan, aspal, ini saya kira tidak perlu lempar-lemparan ke gubernur atau bupati. Ini kan masing-masing daerah memang ada keterbatasan anggaran, keterbatasan fiskal," tegas putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu.
Pemerintah pusat berkomitmen berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat perbaikan ruas jalan yang menopang aktivitas ekonomi. Gibran memastikan titik-titik kritis akan diprioritaskan. "Nanti kami coba usahakan agar titik-titik jalan yang memang diperlukan untuk diperbaiki, terutama yang menopang kegiatan ekonomi, akan kami prioritaskan," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Gibran juga meninjau Jembatan Way Bungur yang ambruk sejak 2016. Ia menyatakan keprihatinannya karena selama bertahun-tahun warga, termasuk pelajar, harus menyeberangi sungai menggunakan perahu. Kondisi ini menjadi simbol kelambanan penanganan infrastruktur di daerah.
Setelah dari Lampung, Gibran melanjutkan kunjungan ke Sumatera Selatan pada Kamis (16/7). Ia dijadwalkan mengunjungi RSUD Siti Fatimah untuk memantau pelayanan kesehatan, meninjau pembangunan Jembatan Musi V di Jalan Tol Trans Sumatera, serta fasilitas Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) Keramasan. Kepala Bagian Humas RSUD Siti Fatimah, Shella Oktarina, membenarkan persiapan matang telah dilakukan. "Wapres direncanakan akan memantau bagian pendaftaran, poliklinik, dan Cathlab," ungkapnya.
Kunjungan kerja ini menyoroti kesenjangan infrastruktur antara Jawa dan luar Jawa, sekaligus menguji komitmen pemerintah dalam merealisasikan janji perbaikan. Akankah keluhan jalan rusak di Lampung segera mendapat tindak lanjut konkret, atau kembali menjadi catatan tanpa penyelesaian?



