Argentina Bangkit dari Keterpurukan: Scaloni Puji Mentalitas 'Warrior' Timnya
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Lionel Scaloni menegaskan timnas Argentina justru tampil maksimal saat tertekan, terbukti dari kebangkitan dramatis di semifinal Piala Dunia.
- Kemenangan 2-1 atas Inggris menjadi contoh kelima kalinya Argentina membalikkan keadaan di turnamen ini, menunjukkan mentalitas pantang menyerah.
- Menjelang final melawan Spanyol, Scaloni mempertanyakan apa lagi yang harus dibuktikan timnya setelah serangkaian comeback heroik.

Kebiasaan Argentina untuk tampil garang saat terdesak kembali teruji di semifinal Piala Dunia. Tertinggal 1-0 hingga 10 menit akhir waktu normal, juara bertahan itu sukses membalikkan keadaan dan menundukkan Inggris 2-1 berkat gol penyeimbang di menit ke-85 serta gol kemenangan di masa injury time. Kemenangan dramatis ini mengantar La Albiceleste ke partai puncak melawan Spanyol di New York akhir pekan ini.
Pelatih Lionel Scaloni, dalam konferensi pers usai laga, mengakui bahwa timnya memiliki karakteristik unik: justru bermain lebih baik ketika berada dalam tekanan. โSaya benar-benar percaya tim ini memainkan sepak bola terbaiknya saat tertekan,โ ujar Scaloni. Menurutnya, ketika lawan mulai ragu-ragu, Argentina langsung mencium peluang dan menyerang habis-habisan. Mentalitas inilah yang menurut Scaloni menjadi fondasi kebangkitan timnya di turnamen ini, setelah sebelumnya mereka juga menang lewat perpanjangan waktu atas Cape Verde dan Swiss, serta membalikkan defisit 2-0 menjadi 3-2 melawan Mesir.
Scaloni menambahkan bahwa kebangkitan melawan Inggris adalah cerminan dari filosofi sepak bola yang diyakininya. โSepak bola bukan hanya taktik atau strategi, atau bermain cantik. Segala yang kami yakini tercermin dalam 40 menit terakhir pertandingan,โ tegasnya. Ia juga menyebut para pemainnya sebagai โpejuangโ yang tumbuh di lingkungan tanpa rasa takut, selalu berkompetisi dan dituntut menjadi yang terbaik. โTanggung jawab tidak membebani mereka. Saat pertandingan memasuki 15-20 menit akhir, mereka masih menginginkan bola. Tidak ada yang berpikir, 'Bagaimana jika saya salah dan kami kalah di semifinal Piala Dunia?' Mereka hanya berpikir tentang bermain sepak bola, seperti yang mereka lakukan sepanjang hidup mereka.โ
Bagi pengamat sepak bola di Indonesia, kegigihan Argentina ini mengingatkan pada semangat juang yang kerap diidolakan publik Tanah Air. Timnas Indonesia pun sering menunjukkan karakter bangkit saat tertinggal, meski belum sekonsisten Argentina. Mentalitas โtidak menyerah sampai peluit akhirโ menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan sepak bola nasional, terutama dalam membina pemain muda agar tidak mudah patah arang.
Scaloni menutup pernyataannya dengan nada retoris: โJujur, kami akan mencoba memenangkan final โ kami akan melakukan segalanya โ tapi apa lagi yang harus dilakukan tim ini?โ Pertanyaan ini seolah menjadi tamparan bagi para kritikus yang meragukan kapasitas Argentina setelah beberapa kali nyaris tersingkir. Kini, dengan satu laga tersisa, Argentina berpeluang mengukuhkan diri sebagai salah satu tim terhebat dalam sejarah Piala Dunia, bukan hanya karena gelar, tetapi karena cara mereka meraihnya: melalui jalan terjal yang penuh drama.



