Argentina Terancam Denda FIFA Usai Kibarkan Spanduk Falkland di Semifinal
Baca dalam 60 detik
- Timnas Argentina berpotensi dijatuhi sanksi finansial oleh FIFA setelah pemainnya mengangkat spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas' usai menang atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
- Spanduk tersebut mengangkat kembali klaim kedaulatan Argentina atas Kepulauan Falkland, yang menjadi sengketa perang tahun 1982 antara kedua negara.
- FIFA sebelumnya pernah mendenda Asosiasi Sepak Bola Argentina pada 2014 atas aksi serupa, sehingga insiden ini bisa memicu hukuman lebih berat.

Kemenangan dramatis Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 harus dibayar mahal. Tim juara bertahan itu kini menghadapi ancaman denda dari FIFA setelah para pemainnya merayakan kemenangan dengan membentangkan spanduk bernuansa politik yang menegaskan klaim Argentina atas Kepulauan Falkland.
Dalam laga yang berlangsung di Atlanta, Argentina menundukkan Inggris 2-1 melalui comeback menit akhir. Namun euforia kemenangan tercoreng oleh aksi kontroversial saat pemain mengangkat kain bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas'โsebuah pernyataan bahwa Kepulauan Falkland adalah milik Argentina. Insiden ini langsung memicu reaksi keras, mengingat sengketa wilayah tersebut pernah memicu perang terbuka antara Argentina dan Inggris pada 1982.
FIFA memiliki aturan ketat yang melarang tindakan politis di dalam lapangan. Organisasi sepak bola dunia itu telah memberi sanksi serupa pada 2014, saat Argentina melakukan aksi identik dalam laga persahabatan melawan Slovenia. Kala itu, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) didenda ยฃ20.000. Dengan adanya preseden tersebut, pengamat memperkirakan FIFA akan menjatuhkan hukuman yang lebih berat kali ini, mengingat pelanggaran terjadi di ajang sebesar Piala Dunia dan melibatkan tim nasional senior.
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat betapa rentannya olahraga disusupi isu politik. Meski FIFA terus berupaya menjaga netralitas, praktik semacam ini kerap muncul di berbagai ajang, termasuk di Asia Tenggara. Konflik serupa pernah terjadi ketika suporter atau pemain menggunakan momen olahraga untuk menyuarakan klaim teritorial, yang berpotensi memicu ketegangan diplomatik. Pengamat hubungan internasional di Indonesia menilai bahwa FIFA perlu mempertegas sanksi agar efek jera tercipta, terutama di turnamen global yang disaksikan miliaran pasang mata.
Pertanyaan yang kini mengemuka adalah seberapa besar denda yang akan dijatuhkan FIFA dan apakah Argentina akan mengulangi aksi serupa di final melawan Spanyol. Dengan sejarah pelanggaran berulang, tekanan terhadap AFA untuk menahan diri semakin besar. Jika tidak, bukan hanya denda yang mengancam, melainkan juga citra sepak bola Argentina di mata dunia.



