Wasit Rugby Wanita Terkemuka Aimee Barrett-Theron Mundur Sementara Usai Diagnosis Kanker Payudara
Baca dalam 60 detik
- Aimee Barrett-Theron, wasit wanita dengan 52 pertandingan internasional, mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan kanker payudara yang terdeteksi dini melalui pemeriksaan mandiri.
- Ia menyatakan optimisme untuk kembali bertugas dalam beberapa bulan, didukung tim dokter dan federasi rugby Afrika Selatan.
- Kasus ini menyoroti pentingnya deteksi dini kanker payudara, pesan yang relevan bagi publik termasuk di Indonesia.

Aimee Barrett-Theron, wasit wanita paling berpengalaman dalam sejarah rugby internasional, memutuskan untuk menghentikan sementara karier wasitnya setelah didiagnosis menderita kanker payudara. Wasit asal Afrika Selatan berusia 39 tahun itu mengumumkan langkah ini melalui pernyataan resmi, menegaskan bahwa penyakitnya masih dalam tahap dapat diobati dan ia bertekad untuk kembali ke lapangan dalam beberapa bulan ke depan.
Barrett-Theron telah memimpin 52 pertandingan internasional, menjadikannya wasit wanita dengan caps terbanyak di dunia. Kariernya juga mencakup turnamen bergengsi seperti United Rugby Championship dan final Piala Dunia Rugby Wanita 2024 antara Inggris dan Kanada di Allianz Stadium. Pertandingan terakhirnya adalah saat memimpin laga Afrika Selatan A melawan Zimbabwe bulan lalu.
Yang menarik, Barrett-Theron menemukan tanda-tanda kanker melalui pemeriksaan mandiri (self-check). Ia pun mendorong masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh dan tidak menunda pemeriksaan jika menemukan keanehan. "Tolong jadikan ini pengingat: periksa diri Anda, dengarkan tubuh Anda, dan jangan tunda untuk memeriksakan hal yang tidak biasa," ujarnya dalam pernyataan yang dikutip BBC.
Kabar ini tentu mengejutkan dunia rugby, terutama setelah Barrett-Theron menjadi sorotan pada 2024 saat memimpin laga U-20 Six Nations. Momen ketika ia menegur kapten tim dengan kalimat "Saya tidak marah, saya hanya sangat kecewa" viral dan membuatnya digemari banyak penggemar. Gaya kepemimpinannya yang tegas namun elegan menjadi ciri khasnya.
Presiden South African Rugby Union (SARU), Mark Alexander, memberikan dukungan penuh. "Aimee adalah pelopor yang tangguh dan fokus di lapangan. Kami yakin ia akan menghadapi pengobatan dengan determinasi yang sama. Ia telah mengatasi banyak rintangan untuk mencapai level wasit saat ini, dan kami tahu ia akan melewati tantangan ini dengan baik," kata Alexander. SARU berharap Barrett-Theron segera pulih dan kembali memimpin pertandingan.
Bagi Indonesia, berita ini mengingatkan pada pentingnya deteksi dini kanker payudara, yang merupakan salah satu kanker paling umum di tanah air. Meski rugby belum sepopuler di Afrika Selatan, pesan tentang kesadaran kesehatan dan pemeriksaan mandiri bersifat universal. Kasus Barrett-Theron juga menunjukkan bahwa atlet dan ofisial olahraga pun tidak kebal terhadap penyakit serius, namun dengan deteksi dini dan penanganan tepat, kesembuhan masih mungkin.
Ke depan, publik akan menantikan kabar pemulihan Barrett-Theron. Pertanyaan yang mengemuka: akankah ia bisa kembali ke level tertinggi seperti sebelum diagnosis? Dengan dukungan tim medis dan komunitas rugby global, optimisme tetap terjaga. Namun yang pasti, langkahnya mengingatkan kita semua untuk selalu waspada terhadap kesehatan.



