Skandal Wasit Italia Mereda: Investigasi Rocchi Dihentikan, Inter Tak Terbukti
Baca dalam 60 detik
- Penyelidikan terhadap wasit Gianluca Rocchi resmi dihentikan karena bukti tidak cukup untuk membuktikan adanya sistem terstruktur yang memengaruhi hasil pertandingan.
- Inter Milan ikut diselidiki, tetapi tidak ditemukan kontak langsung antara klub dan Rocchi, hanya ketidaksukaan terhadap wasit tertentu.
- Berkas perkara kini diserahkan ke sistem peradilan olahraga, yang masih berpeluang melanjutkan penyelidikan dengan dakwaan lain.

Investigasi terhadap wasit senior Italia Gianluca Rocchi yang sempat mengguncang sepak bola Negeri Pizza resmi dihentikan setelah jaksa menyimpulkan tidak cukup bukti untuk membuktikan adanya sistem terstruktur yang dirancang untuk memengaruhi hasil pertandingan. Keputusan ini mengakhiri spekulasi tentang skandal besar yang sempat disebut-sebut sebagai "Calciopoli kedua".
Rocchi, yang menjabat sebagai penunjuk wasit (refereeing designator) untuk Serie A dan kompetisi domestik lainnya, telah berada di bawah penyelidikan formal sejak April 2026 atas tuduhan penipuan olahraga. Selama berminggu-minggu, publik Italia dihebohkan dengan kemungkinan adanya konspirasi yang melibatkan klub-klub papan atas. Namun, setelah meneliti bukti penyadapan, pelacakan, dan kesaksian, jaksa memutuskan untuk menutup kasus ini.
Dalam pernyataan resmi, jaksa menjelaskan bahwa meskipun ditemukan adanya tekanan dan intervensi dalam beberapa kasus penunjukan wasit, bukti tersebut tidak cukup untuk membuktikan bahwa tekanan itu secara objektif bertujuan mengubah hasil pertandingan. "Berdasarkan percakapan yang disadap antara Rocchi dan pihak lain, bukti tidak menunjukkan bahwa intervensi ini secara objektif diarahkan untuk mengubah hasil pertandingan," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Yang menjadi sorotan adalah ketiadaan kontak langsung antara Rocchi dan pejabat klub. Meskipun untuk pertama kalinya terungkap bahwa Inter Milan juga menjadi subjek penyelidikan, tidak ditemukan bukti komunikasi langsung antara Rocchi dan manajemen Inter. Yang terungkap hanyalah percakapan Rocchi dengan koleganya tentang pengetahuan umum bahwa Inter tidak menyukai atau tidak menginginkan wasit tertentu ditugaskan dalam pertandingan mereka.
Perbedaan mendasar dengan skandal Calciopoli 2006, yang melibatkan tekanan langsung dari berbagai klub untuk menyingkirkan wasit tertentu dan menunjuk yang lain, membuat kasus ini dinilai lebih lemah. Dalam kasus Rocchi, yang terjadi hanyalah proses eliminasi—ketidaksukaan terhadap wasit tanpa ada upaya untuk menggantinya dengan wasit yang lebih menguntungkan. "Oleh karena itu, tidak muncul sistem terstruktur untuk memengaruhi keadilan pertandingan, juga tidak ada direktur atau kontak yang disadap antara penunjuk wasit dan pejabat Inter," lanjut pernyataan jaksa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan integritas dalam penunjukan wasit adalah isu global. Di Indonesia, polemik wasit kerap muncul dalam kompetisi seperti Liga 1, meskipun belum pernah mencapai level investigasi formal seperti di Italia. Kasus Rocchi menunjukkan bahwa tanpa bukti kuat, tuduhan manipulasi wasit sulit dibuktikan di pengadilan.
Meskipun penyelidikan pidana dihentikan, berkas perkara telah diserahkan ke sistem peradilan olahraga Italia. Otoritas olahraga masih berpeluang melanjutkan penyelidikan dengan dakwaan lain, yang bisa berujung pada sanksi disipliner bagi Rocchi atau klub terkait. Pertanyaan besarnya: akankah sepak bola Italia benar-benar belajar dari masa lalu, atau skandal serupa akan kembali muncul di masa depan?



