Kanselir Jerman Merz Rencanakan Kunjungan ke Jepang Akhir Oktober: Poros Keamanan Eropa-Asia Menguat
Baca dalam 60 detik
- Kanselir Jerman Friedrich Merz dijadwalkan mengunjungi Jepang pada 28 Oktober untuk memperkuat kerja sama keamanan, khususnya pengembangan drone dan pertahanan.
- Kunjungan ini menandai poros keamanan Eropa-Asia yang semakin erat, didorong oleh ancaman Rusia di Ukraina dan ketegangan di Indo-Pasifik akibat China.
- Indonesia, sebagai mitra strategis kedua negara, berpotensi terimbas oleh dinamika aliansi baru ini, terutama dalam industri pertahanan dan teknologi drone.

Kanselir Jerman Friedrich Merz akan melakukan kunjungan perdananya ke Jepang pada akhir Oktober 2025, menandai babak baru kerja sama keamanan antara dua kekuatan demokrasi industri. Pertemuan dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi di Tokyo diprediksi akan membahas pengembangan drone dan penguatan pertahanan bersama, di tengah meningkatnya ketegangan global akibat perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, dan ambisi China di Indo-Pasifik.
Menurut sumber diplomatik yang dikutip Kyodo News, Merz dijadwalkan tiba di Jepang sekitar 28 Oktober, kemudian melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan pada 29 Oktober untuk menghadiri forum bisnis Jerman di Asia Pasifik. Langkah ini menunjukkan keseriusan Berlin dalam memandang keamanan Eropa dan Indo-Pasifik sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina yang memicu perlombaan senjata di kedua kawasan.
Jerman, yang sejak invasi Ukraina meningkatkan kapasitas pertahanannya secara signifikan, melihat Jepang sebagai mitra alami dalam menghadapi tantangan keamanan bersama. Kekhawatiran bahwa China dan Korea Utara mendukung upaya perang Rusia semakin memperkuat aliansi ini. Di sisi lain, Perdana Menteri Takaichi, yang dikenal sebagai elang keamanan nasional, bertekad mempercepat pembangunan pertahanan Jepang di tengah lingkungan keamanan yang memburuk di Asia Timur.
Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah potensi kerja sama industri pertahanan, khususnya di bidang drone. Kawasaki Heavy Industries, kontraktor pertahanan utama Jepang, baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan anak perusahaan Airbus SE untuk mengembangkan drone pertahanan. Langkah ini menandai semakin eratnya kolaborasi antara perusahaan Jepang dan Eropa di sektor teknologi militer.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi strategis. Sebagai negara yang berada di jalur poros maritim dunia, Indonesia perlu mencermati dinamika aliansi baru ini. Kerja sama Jerman-Jepang di bidang drone dan pertahanan dapat membuka peluang bagi industri pertahanan dalam negeri, namun juga menuntut kesiapan dalam menghadapi perubahan peta kekuatan regional. Indonesia selama ini menjalin hubungan baik dengan kedua negara, baik dalam bidang ekonomi maupun pertahanan, sehingga potensi transfer teknologi atau kerja sama trilateral patut dipertimbangkan.
Para analis menilai bahwa kunjungan Merz ke Jepang bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan langkah konkret membangun arsitektur keamanan baru yang menghubungkan Eropa dan Asia. Dengan latar belakang konflik Ukraina yang masih berlangsung dan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan, poros Berlin-Tokyo diperkirakan akan semakin solid. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya akan merespons dinamika ini, apakah akan bergabung dalam poros keamanan baru atau tetap menjaga keseimbangan dengan kekuatan lain seperti China.



