Stripe dan Advent Incar PayPal: Tawaran Akuisisi Rp 850 Triliun Mengguncang Industri Pembayaran Digital
Baca dalam 60 detik
- Stripe dan Advent International mengajukan tawaran akuisisi PayPal senilai lebih dari 53 miliar dolar AS atau sekitar Rp 850 triliun, dengan premi 28% dari harga saham terakhir.
- Tawaran ini muncul di tengah tekanan kompetisi dari Apple Pay dan Google Pay yang menggerus pangsa pasar PayPal, yang kapitalisasi pasarnya anjlok dari puncak 360 miliar dolar pada 2021 menjadi hanya 36 miliar dolar tahun ini.
- Kesepakatan berpotensi memicu konsolidasi lebih lanjut di sektor fintech global, termasuk dampak bagi pemain Indonesia seperti GoPay, OVO, dan DANA yang juga menghadapi persaingan ketat.

Raksasa pemrosesan pembayaran Stripe dan firma ekuitas swasta Advent International dikabarkan telah mengajukan tawaran bersama untuk mengakuisisi PayPal Holdings Inc dengan harga 60,50 dolar AS per saham, yang menempatkan nilai perusahaan pembayaran legendaris itu di angka lebih dari 53 miliar dolar AS (sekitar Rp 850 triliun). Tawaran yang diajukan awal Juli ini mewakili premi sekitar 28 persen dari harga penutupan saham PayPal pada Selasa pekan lalu, menurut dua sumber yang mengetahui langsung negosiasi tersebut.
Penawaran tersebut didukung oleh komitmen pendanaan sekitar 50 miliar dolar AS dari sejumlah bank, ungkap salah satu sumber. Namun, hingga saat ini PayPal belum memberikan tanggapan resmi. Stripe, Advent, dan PayPal menolak berkomentar ketika dimintai konfirmasi. Langkah ini mengikuti pendekatan awal yang dilakukan pada awal April, dan kedua pihak kini berupaya memajukan diskusi dalam beberapa pekan mendatang. Meski demikian, sumber menegaskan belum ada kepastian bahwa pendekatan ini akan berujung pada transaksi.
PayPal, yang didirikan pada akhir 1990-an, merupakan pionir pembayaran digital. Namun, dalam beberapa tahun terakhir perusahaan ini terus tergerus oleh persaingan ketat dari metode pembayaran alternatif seperti Apple Pay dan Google Pay. Kapitalisasi pasarnya yang pernah mencapai 360 miliar dolar AS pada 2021 anjlok hingga menyentuh 36 miliar dolar AS tahun ini—kehilangan lebih dari 40 persen nilai pasar dalam 12 bulan terakhir. CEO PayPal, Enrique Lores, yang menjabat sejak Maret, telah memulai program transformasi besar-besaran dengan membagi operasi perusahaan menjadi tiga unit: checkout, layanan keuangan konsumen Venmo, serta pembayaran dan kripto.
Jika kesepakatan ini terealisasi, akuisisi tersebut akan menambah daftar panjang konsolidasi di sektor pembayaran global yang tengah bergerak cepat. Tren ini didorong oleh perubahan teknologi finansial dan munculnya kecerdasan buatan. Perusahaan pembayaran berlomba meraih skala melalui merger dan akuisisi, serta mencari eksposur ke segmen yang tumbuh lebih cepat seperti pembayaran lintas batas dan bisnis-ke-bisnis. Sebagai gambaran, pada 2025 Global Payments setuju mengakuisisi Worldpay dari FIS dan GTCR senilai 24,25 miliar dolar AS. Sektor ini juga menyaksikan deretan transaksi kecil, termasuk akuisisi Payoneer Global oleh Nuvei senilai 2,75 miliar dolar AS—Nuvei sendiri didukung oleh Advent International.
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi strategis. Industri pembayaran digital Tanah Air, yang diramaikan oleh pemain seperti GoPay, OVO, DANA, dan LinkAja, juga menghadapi tekanan serupa: persaingan ketat, margin tipis, dan kebutuhan inovasi berbasis AI. Konsolidasi serupa bisa saja terjadi di pasar domestik, terutama dengan masuknya pemain global seperti Stripe yang telah memiliki kantor di Asia Tenggara. Regulator seperti Bank Indonesia dan OJK perlu mencermati potensi perubahan lanskap kepemilikan dan dampaknya terhadap stabilitas sistem pembayaran nasional.
Stripe sendiri, yang berkantor pusat di San Francisco dan Dublin, adalah perusahaan swasta dengan valuasi 159 miliar dolar AS pada Februari lalu—melonjak lebih dari 70 persen dibandingkan penjualan saham setahun sebelumnya. Perusahaan ini memungkinkan bisnis menerima pembayaran, melakukan pencairan dana, dan mengotomatisasi proses keuangan. Dengan sumber daya yang besar, Stripe dipandang sebagai mitra yang ideal untuk membalikkan nasib PayPal. Namun, tanpa respons positif dari PayPal, masa depan tawaran ini masih menggantung. Apakah PayPal akan menerima tawaran yang bisa menjadi penyelamat atau justru memilih bertahan sendiri di tengah badai kompetisi?



