Menguak Detik-Detik Terakhir Aktor Top Gun: Maverick Sebelum Tewas Ditikam
Baca dalam 60 detik
- Laporan medis mengungkap kekerasan fisik dan tikaman yang dialami James Handy sebelum meninggal.
- Tersangka, anak dari pacar Handy, diduga mengalami gangguan jiwa dan diperintahkan menjalani perawatan.
- Kasus ini menyoroti pentingnya penanganan kesehatan mental dalam sistem peradilan pidana.

Laporan medis mengungkap detail mengerikan di menit-menit terakhir aktor kawakan James Handy, yang ditemukan tewas bersimbah darah di kediaman pacarnya di Los Angeles pada 4 Juni lalu. Pria 81 tahun yang dikenal lewat perannya di film Top Gun: Maverick itu menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh putra kandung sang kekasih, Michael Gledhill (44).
Menurut dokumen resmi dari Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles, pertengkaran mulut antara Handy dan Gledhill terjadi di teras rumah. Pertengkaran itu dengan cepat berubah menjadi aksi brutal. Gledhill disebut menindih Handy, lalu menyeretnya ke samping rumah. Ia kemudian masuk ke dalam, mengambil pisau, dan menusuk korban. Handy menderita luka tusuk fatal, beberapa patah tulang rusuk, dan kompresi leher.
Setelah penyerangan, Gledhill dilaporkan menelepon 911 dan mengatakan, "Saya adalah anak manusia, saya baru saja membunuh manusia berdosa." Polisi yang tiba di lokasi mengaku Gledhill langsung mengakui perbuatannya. Handy dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun dinyatakan meninggal pada pukul 10.48 waktu setempat.
Gledhill kini menghadapi dakwaan pembunuhan tingkat satu dengan penggunaan senjata tajam. Dalam sidang di Pengadilan Kesehatan Mental Los Angeles County, Hakim Maria Cavalluzzi memerintahkan Gledhill menjalani perawatan di rumah sakit jiwa negara bagian California hingga kompetensi mentalnya pulih. Sementara itu, ia ditahan di Fasilitas Pemasyarakatan Twin Towers Los Angeles hingga tempat perawatan yang sesuai ditemukan, paling lambat 11 Agustus. Perintah perawatan paksa ini berlaku maksimal hingga 14 Juli 2028.
Kasus ini menyentuh isu kesehatan mental dalam sistem peradilan Amerika Serikat. Gledhill diduga memiliki riwayat gangguan jiwa, yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan perawatan ketimbang penahanan biasa. Di Indonesia, kasus serupa juga kerap menimbulkan perdebatan tentang bagaimana menyeimbangkan hak tersangka atas perawatan kesehatan mental dengan tuntutan keadilan bagi korban. Undang-Undang Kesehatan Jiwa No. 18 Tahun 2014 mengatur bahwa pelaku tindak pidana dengan gangguan jiwa dapat ditempatkan di fasilitas rehabilitasi, namun implementasinya masih terbatas.
James Handy meninggalkan jejak karier panjang di Hollywood. Selain perannya sebagai bartender di Top Gun: Maverick yang menjadi penampilan terakhirnya, ia juga dikenal sebagai pembasmi hama di film Jumanji (1995) dan tampil di serial populer seperti Beverly Hills, 90210, ER, The West Wing, Alias, hingga The X-Files. Kematian tragisnya menyisakan duka bagi penggemar dan rekan seprofesi.
Ke depan, persidangan Gledhill akan menjadi ujian bagi sistem peradilan pidana dalam menangani pelaku kejahatan dengan gangguan jiwa. Apakah ia akan dinyatakan tidak kompeten untuk diadili dan menjalani perawatan jangka panjang, atau justru dianggap mampu bertanggung jawab atas perbuatannya? Keputusan pengadilan pada 11 Agustus mendatang akan menjadi penentu.



