Xabi Alonso Mulai Bangun Chelsea dari Fisik: Uji Bleep Test hingga Promosi Pemain Muda
Baca dalam 60 detik
- Pelatih anyar Chelsea, Xabi Alonso, memulai pramusim dengan fokus pada peningkatan fisik dan kebugaran pemain, merespons catatan buruk musim lalu di mana tim kerap kalah lari.
- Alonso telah melibatkan sejumlah pemain muda dalam sesi latihan, termasuk Reggie Walsh yang memenangi bleep test, serta memberikan perhatian khusus pada pemulihan Cole Palmer dan Estevao Willian.
- Rencana pramusim termasuk laga uji coba tertutup melawan Crawley Town dan Bromley, diikuti tur ke Australia, Hong Kong, Indonesia, dan Malaysia untuk membangun fondasi taktik.

Xabi Alonso memulai era kepelatihannya di Chelsea dengan pendekatan yang lebih mengingatkan pada metode Mauricio Pochettino ketimbang Enzo Maresca. Dalam pekan pertama pramusim, manajer asal Spanyol itu langsung memprioritaskan peningkatan fisik skuad, menyusul catatan buruk musim lalu di mana Chelsea hanya unggul dalam satu pertandingan Premier League dalam hal jarak tempuh lari.
Alonso, yang meneken kontrak empat tahun pada Mei lalu, tidak ingin larut dalam kegagalan musim 2023/24 yang membuat The Blues finis di peringkat ke-10. Dalam wawancara internal pertamanya, ia menekankan pentingnya "jiwa, tujuan, dan energi positif". Meski memuji inti skuad, ia mengakui Chelsea harus bekerja keras di lapangan latihan dan bursa transfer untuk bisa kembali ke kompetisi Eropa.
Pelatih berusia 44 tahun itu telah menjalin komunikasi dengan para pemain kunci sejak masih di Spanyol. Ia menelepon Marc Cucurella sebelum pindah ke Real Madrid, berdiskusi dengan Enzo Fernandez soal masa depannya, dan menghubungi target transfer seperti Marco Palestra. Dalam konferensi pers perdananya, Alonso secara terbuka menyatakan ingin mempertahankan Fernandez.
Langkah awal Alonso di Cobham menunjukkan perhatian pada detail. Ia dan stafnya telah melakukan kunjungan faktual pada Juni, sebelum kontrak resmi dimulai, untuk bertemu personel dan memahami struktur klub. Latihan perdana pekan lalu mencakup tes fisik, kerja gym, permainan sisi kecil, dan latihan penyelesaian akhir. Sejumlah pemain muda seperti Reggie Walsh, Landon Emenalo, Ryan Kavuma-McQueen, dan Calvin Diakite turut dilibatkan, menambah semangat baru dalam grup.
Salah satu sorotan adalah hasil bleep test yang dimenangi Walsh. Cole Palmer, yang musim lalu berkutat dengan cedera pangkal paha, finis kedua. Alonso memuji Palmer: "Dia ingin bugar, ingin melupakan kemunduran cedera musim lalu. Dia spesial, dan jika menikmati permainan, dia bisa menjadi pemain kunci." Sementara itu, Estevao Willian yang baru pulih cedera menempati posisi ketiga. Alonso berhati-hati dengan pemain muda Brasil itu, menyebutnya "sangat berbakat".
Staf kepelatihan Alonso dipenuhi spesialis. Ismael Camenforte Lopez, yang dijuluki "ball butler" di Jerman, bertugas menjaga tempo latihan dengan suplai bola cepat. Alberto Encinas fokus pada pengembangan teknik, Sebastian Parrilla sebagai tangan kanan, dan Benat Labaien mengintegrasikan analisis video mutakhir dengan drone. Alonso sendiri sangat aktif, kerap ikut serta dalam latihan.
Jadwal pramusim sudah tersusun rapat. Chelsea akan menggelar laga uji coba tertutup melawan Crawley Town dan Bromley, lalu bertolak ke Australia untuk menghadapi Western Sydney Wanderers dan Tottenham. Tur berlanjut ke Hong Kong (vs Juventus), Jakarta (vs AC Milan), dan Malaysia (vs Johor Darul Ta'zim). Perjalanan padat ini dipermudah karena hanya delapan pemain Chelsea yang tampil di Piala Dunia, termasuk Palmer dan Joao Pedro yang absen.
Waktu yang dihabiskan di Cobham dianggap berharga untuk membangun kebugaran dan standar sebelum taktik detail diterapkan di tur. Alonso dikenal fleksibel: di Real Madrid ia lebih sering menggunakan empat bek, sementara sukses terbesarnya di Bayer Leverkusen datang dengan formasi lima bek. Pertanyaan mengenai sistem yang akan dipilihnya baru akan terjawab saat Chelsea menghadapi Fulham di laga pembuka Premier League akhir Agustus, yang juga mempertemukannya dengan mantan rekan setimnya, Alvaro Arbeloa.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, tur Chelsea ke Jakarta pada Agustus mendatang menjadi momentum langka menyaksikan langsung tim sekelas Premier League. Kedatangan AC Milan sebagai lawan uji coba juga menambah daya tarik, mengingat basis penggemar kedua klub yang besar di Tanah Air. Apakah Alonso akan menurunkan kekuatan penuh atau justru memberi menit bermain bagi para pemain mudanya? Publik sepak bola Indonesia tentu menanti jawabannya.



