Modric Teken Kontrak Baru di Milan, Bersiap Tempuh Tur Australia
Baca dalam 60 detik
- Luka Modric dikabarkan sepakat memperpanjang kontrak satu musim bersama AC Milan, meski usianya sudah menginjak 41 tahun.
- Peran aktif direktur klub dan pelatih anyar Ruben Amorim menjadi faktor kunci dalam negosiasi yang membujuk Modric bertahan.
- Jika resmi, pemain berusia 41 tahun itu akan bergabung dalam tur pramusim Milan ke Australia pada akhir Juli.

Luka Modric dikabarkan akan meneken perpanjangan kontrak berdurasi satu tahun bersama AC Milan, sebuah langkah yang mengonfirmasi bahwa gelandang Kroasia berusia 41 tahun itu belum berniat menggantung sepatu. Laporan dari Sky Sport Italia menyebutkan bahwa negosiasi telah mencapai tahap akhir dan Modric diperkirakan akan bergabung dengan skuad dalam tur pramusim ke Australia yang dimulai pada 26 Juli.
Kontrak Modric bersama Rossoneri resmi berakhir pada 30 Juni lalu. Namun, pria kelahiran 9 September 1985 itu tengah fokus memulihkan diri dari kekecewaan setelah Kroasia tersingkir lebih awal di Piala Dunia 2026. Kini, setelah masa istirahat, ia mulai mempertimbangkan tawaran untuk bertahan di San Siro.
Menurut sumber yang sama, pendekatan intensif dari jajaran direksi Milan dan pelatih anyar Ruben Amorim menjadi kunci dalam meyakinkan Modric bahwa ia masih memiliki peran penting di klub. Amorim, yang baru ditunjuk menggantikan Stefano Pioli, disebut-sebut telah membangun komunikasi personal dengan sang pemain untuk meyakinkannya bahwa pengalaman dan kepemimpinannya masih dibutuhkan.
Modric sendiri tak pernah menyembunyikan kecintaannya pada Milan. Ia tumbuh sebagai pendukung setia Rossoneri saat Zvonimir Boban masih berseragam merah-hitam. Keinginan untuk suatu hari bermain untuk klub idola masa kecilnya itulah yang kerap disebut sebagai motivasi utama di balik keputusannya bertahan, meski tawaran dari klub lain sempat menghampiri.
Meski usianya tak lagi muda, statistik Modric musim lalu membuktikan bahwa ia masih produktif. Dari 37 penampilan di semua kompetisi, ia mencatatkan dua gol dan tiga assist. Angka itu bisa lebih tinggi jika ia tak mengalami cedera patah tulang pipi pada April lalu yang memaksanya absen dalam dua pertandingan. Ketahanan fisiknya menjadi bukti bahwa perawatan dan gaya hidup profesional yang dijalaninya selama bertahun-tahun masih terjaga.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, keputusan Modric bertahan di Milan menjadi kabar menarik. Pemain yang identik dengan era keemasan Real Madrid dan Timnas Kroasia ini masih menjadi idola banyak penggemar di Tanah Air. Kehadirannya di Serie A musim depan dipastikan akan menyedot perhatian, terutama jika Milan kembali bersaing di papan atas. Selain itu, tur pramusim ke Australia membuka peluang bagi penggemar Asia, termasuk Indonesia, untuk menyaksikan aksinya secara langsung meski hanya melalui layar kaca.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Modric akan menjadi pemain tertua yang pernah memperkuat Milan di era modern. Pertanyaan besarnya: akankah ia mampu mempertahankan performa puncak di usia yang kian senja? Atau justru perannya akan bergeser menjadi pemain pelapis yang memberikan pengalaman di ruang ganti? Jawabannya akan mulai terlihat saat tur Australia bergulir.



